15 Ribu Keluarga di Gresik Dapat Bantuan Sosial PKH

Gresiknews.co – Sebanyak 51 ribu keluarga di Kabupaten Gresik menjadi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Bantuan Sosial dari Program Keluarga Harapan (PKH) Kementerian Sosial RI.

Berdasarkan data Dinas Sosial Kab. Gresik para KPM ini menerima bantuan Sosial PKH maksimal sebesar Rp. 1.860.000,- setahun yang diterimakan pada setiap triwulan. Penerimaan masing-masing KPM tidak sama tergantung tanggungan dari setiap KPM. Total bantuan mencapai Rp. 132,3 milliar.

Program yang telah berjalan sejak tahun 2007 benar-benar sangat dinikmati manfaatnya bagi para keluarga miskin Gresik.

“Saat ini kami telah memiliki Basis Data Terpadu Penanganan Fakir Miskin dan Orang Tidak Mampu (BDT PFM OTM),” ujar Kepala Dinas Sosial Kabupaten Gresik, Sentot Supriyohadi, Jum’at (20/9/2019).

Basis Data ini, kata Sentot, digunakan sebagai dasar semua bantuan sosial antara lain Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), Kartu Indonesia Sehat (KIS)/ Kartu Gresik Sehat (KGS), Program Indonesia Pintar (PIP) dan Program Gresik Pintar (PGP) serta bantuan sosial lainnya.

Menurutnya, perubahan BDT ini paling tidak setiap 6 bulan sekali ditetapkan dan disyahkan dengan Keputusan Menteri Sosial melalui aplikasi SIKS NG (Sistim Informasi Kesejahteraan Sosial Next Generation).

Untuk keperluan update data ini, Dinas Sosial dibantu oleh 18 orang Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) yang ada di tiap kecamatan. 154 orang Tenaga Pendamping PKH, 19 tenaga pendamping BPNT, serta para tenaga kesra di setiap desa dan kelurahan.

“Khusus untuk pendamping PKH, beberapa saat yang lalu kami mengadakan sosialisasi kepada 154 Pendamping Sosial PKH dari semua kecamatan. Tujuannya agar BDT PFM dan OTM selalu terupdate. Program update data ini sangat dinamis karena perubahan status sosial dan ekonomi rakyat, perpindahan penduduk, kelahiran dan kematian, karena itu data ini harus terus di update atau di perbarui setiap saat” tandas Sentot.

Melalui sosialisasi ini ditargetkan Pelaksanaan PKH di Kabupaten Gresik dapat lebih tepat sasaran dalam upaya percepatan penanggulangan pemiskinan.

“Nantinya tidak ada lagi bantuan PKH ini jatuh kepada orang yang tidak berhak menerima. Misalnya kalau dulu ada KPM yang ternyata adalah kerabat kades atau perangkat desa. Kedepan sudah tidak ada lagi. KPM PKH yang sudah mampu harus diagantikan KPM lain yang berhak menerima”, tegas Sentot.

Selanjutnya Pihak Dinas Sosial melaksanakan graduasi kepada KPM yang sudah mampu.

Program pengentasan kemiskinan harus fokus dan berkelanjutan. Langkah yang dilaksanakan adalah komplementaritas pemberian Bantuan Sosial yaitu seluruh Gakin yang terdaftar pada Basis Data Terpadu Penanganan Fakir Miskin dan Orang Tidak Mampu (BDT PFM OTM) dapat menerima semua bansos, PKH, BPNT, KIS/KGS, PIP/PGP. Sehingga mereka dapat segera mentas dari kemiskinan. (Khanif/m1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *