Berawal dari Tanam Mangrove Hingga Ketemu Jodoh di Jembatan Cinta

Gresiknews.co – Mengenakan kaos hitam bertuliskan Armapala dan celana olahraga, seorang pria bernama Najib menemui reporter gresiknews.co di basecamp Armapala, Desa Sidomukti, Manyar. Tak lama, secangkir kopi datang menemani obrolan kami.

Tak jauh dari basecamp Armapala, beberapa anak muda menyirami tanaman. Najib adalah sosok penjaga sungai Kalimireng. Bersama dengan komunitas Arek Manyar Pecinta Alam (Armapala) yang dipimpinnya, ia memagari bantaran Kalimireng dengan tanaman mangrove. Berkat aksi sosial inilah lingkungan terjaga. Ikan dan kepiting serasa punya “rumah”.

“Kami secara swadaya menanam mangrove dan pohon di jalanan sepanjang tambak dan sungai Kalimireng,” ungkap ayah dari Akbar dan Azam ini.

Sejak muda, pria yang lahir 23 juli 1979 silam itu sudah senang dengan kegiatan yang berhubungan dengan alam. Siapa sangka, ia bertemu dengan Wiwik Dwi Rahayu di jembatan cinta kawasan mangrove Manyar. “Lho tontok en fotoku ambek bojo pas sek enom nang jembatan iki,” terangnya sembari menunjukan foto di handphone miliknya. Sambil tersenyum ia bercerita bahwa jembatan cinta adalah tempat bersejarah dalam hidupnya.

Selain kesibukan di Armapala, keseharian Najib mengajar olahraga di MTs dan MA Yasmu Manyar. (Khr/MI)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *