Meski Hujan Deras dan Sempat Ditinggal Peserta, Pemkab Gresik Tetap Bisa Catatkan Dua Rekor Muri

Gresiknews.co – Semalam (18/6), Kabupaten Gresik mencatatkan dua Rekor MURI sekaligus dalam penutupan acara Gresik Gebyar Ramadan 2016. Dua Rekor MURI tersebut yaitu Pengunjung Bazar Ramadan Mengenakan Sarung Terbanyak dan Pagelaran Seni Rodad Ishari dengan peserta Terbanyak.

Gema salawat Nabi terus berkumandang di Gelora Joko Samudra kala itu. Meski peserta sempat bubar karena hujan dan terlalu lama menunggu rombongan Wagub Jatim, Bupati, dan Wabup Gresik tiba di panggung acara.

“Dua rekor malam ini (19/06) tercatat dengan nomer 7804 dan 7805 di MURI atas nama Bupati Gresik, Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disbudpapora) Kabupaten Gresik serta Wakil Gubernur Jawa Timur sebagai Pendukung,” terang Sri Widyawati, Manager MURI disambut teput tangan para peserta yang hadir.

Syaifullah Yusuf, Wakil Gubernur Jawa Timur, menuturkan bahwa sarung merupakan budaya lokal yang patut kita banggakan, “Kami senang Gresik bisa mengenalkan sarung sebagai ikon. Kita tahu bahwa kota ini banyak terdapat pengrajin sarung dan kopyah,” ujar pria yang akrab dipanggil Gus Ipul ini.

Di tengah globalisasi, lanjut Gus Ipul, para pengusaha ditantang untuk membuat produk dengan kualitas yang baik, “Efek kegiatan ini dapat menggairahkan pelaku usaha. Syukur-syukur kita bisa ekspor ke luar negeri,” lanjutnya

“Produksi sarung di Gresik banyak yang mengunakan alat tenun bukan mesin (ATBM). Sehingga dapat menyerap banyak tenaga kerja,” terang Sambari Halim Radianto, Bupati Gresik seusai acara.

Ia mencontohkan di daerah Kecamatan Cerme dan sekitarnya masih banyak dijumpai pengrajin sarung ATBM. “Rekor MURI ini menunjukkan bahwa Gresik adalah kota Wali dan kota Santri,” tutupnya. (Khr/MI)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *