RSUD Ibnu Sina Optimalkan Dana Bagi Hasil Cukai

Gresiknews.co – Rumah Sakit Umum Daerah Ibnu Sina mengoptimalkan penggunaan dana bagi hasil cukai untuk pembelian alat-alat kedokteran serta membangun fasilitas penunjang yang lain. Hal ini disampaikan oleh Kepala RS Ibnu Sina Gresik, Endang Puspitowati saat beraudiensi dengan Bupati Gresik, Sambari Halim Radianto.

Saat itu Kepala RS Ibnu Sina bersama Sekda Gresik, Djoko Sulistiohadi  tengah mendampingi Bupati Gresik menerima kunjungan kerja rombongan Pemkab Madiun di Ruang Grahita Eka Praja, kemarin. Kunker Pemkab Madiun yang dipimpin oleh Asisten Ekonomi dan Pembangunan, Suyadi bermaksud untuk studi banding tentang penggunaan dana bagi hasil cukai ke Pemkab Gresik.

Seperti yang disampaikan oleh Bupati Gresik, penggunaan dana bagi hasil cukai di Gresik sudah sangat optimal. Hal ini karena skala prioritas dana bagi hasil cukai dialokasikan untuk memperbaiki kualitas kesehatan. “Dana ini sebagian besar dibelanjakan untuk alat-alat kedokteran, sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup kesehatan masyarakat terutama pasien penyakit paru jantung,” katanya.

Seperti yang disampaikan oleh Kepala RSUD Ibnu Sina, Endang Puspitowati, bahwa pihaknya sejak tahun 2012 menerima dana bagi hasil cukai masing-masing tahun 2012 sebesar Rp. 1,4 miliar, tahun 2013 Rp. 2,5 miliar, tahun 2014 Rp. 5,7 miliar, tahun 2016 Rp, 10,2 miliar, dan tahun 2016 sebesar Rp. 8,3 miliar.

“Selama ini penggunaan dana tersebut selalu kami diskusikan dengan pihak provinsi. Dana tersebut untuk melengkapi beberapa fasilitas kesehatan berupa alat kedokteran untuk penyakit paru, jantung. Atas petunjuk dari pemberi dana, maka penggunaan dana tersebut kami kembangkan untuk pembelian alat-alat penyakit lain misalnya alat-alat obgyn dan lain-lain,” bebernya.

Menurut pengakuan Endang, beberapa peralatan yang dibeli dari dana bagi hasil cukai yaitu ventilator, caterisasi jantung, bronscoscopi, x-ray, USG 4 dimensi. “Bahkan kami berencana untuk melengkapi berbagai peralatan endoscopi, hal ini sesuai petunjuk pemberi dana,” jelasnya.

Mendengar penjelasan panjang lebar tentang penggunaan dana bagi hasil cukai, pimpinan rombongan Asisten Ekbang Pemkab Madiun, Suyadi menyatakan puas. Pihaknya bahkan minta difasilitasi untuk selalu bisa berkomunikasi dengan Pemkab Gresik. “Kami minta nomer kontak atau email agar kami bisa selalu berkomunikasi. Kami menyadari bahwa Pemkab Gresik telah selangkah lebih maju dari kami,” ungkap Suyadi. (didik hendri/m1)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *