Sehari, Dua Buku Lahir Di Gresik

Gresiknews.co – Dalam sehari, Jum’at (31/3) dua buku puisi tentang Gresik dilaunching. Dua buku tersebut yakni “Kembang Pesarean” karya Teater Kanjeng dan Kajian Sastra Samrotul Fuadah SMA Kanjeng Sepuh (SMAKS) Sidayu Gresik. Sedang buku satunya berjudul “Kembara” karya Dewi Musdalifah.

Lebih kompleks dari sebelumnya, Buku Puisi Kembang Pesarean mengangkat berbagai tema tentang kedukaan, keresahan, kritik sosial, sampai tentang hal-hal yang bersifat kerohanian.

Pembina Teater Kanjeng SMAKS Yusak Zainuddin mengatakan jika Buku Antologi Puisi ke-6 ini merupakan karya dari siswa pegiat Teater Kanjeng dan jurusan bahasa SMAKS. “Seluruh puisi dalam Kembang Pesarean memang menampung ide kreatif anak-anak Teater Kanjeng, Kelas Bahasa dan Kajian Satra

Lebih lanjut, Yusak berharap agar hadirnya buku dari Teater Kanjeng dan Kasada SMAKS menjadi oase bagi dunia literasi di Gresik. “Kalau kita rasakan Gresik memang Kering akan nuansa tulis menulis. Dengan hal ini, kami berikhtiar untuk mewarnainya” imbuhnya.

Sementara itu, Pembedah Buku Kembang Pesarean Tsalis Abdul Aziz, memberikan motivasi untuk mengirimkan karya sastranya ke sebuah media cetak. “Jangan berhenti, sampai di sini saja. Bila perlu mengirimkan ke media cetak. Siapa tahu akan diterbitkan, kan lumayan” ungkap dosen Sastra UNISDA yang juga alumni SMAKS ini.

Hadir dalam kesempatan tersebut salah seorang yang berjasa hingga namanya diabadikan sebagai forum sastra di sekolah tersebut, Ibu Samrotul Fuadah, “Di ujung perjuangan yang melelahkan itu, akhirnya saya telah menemui kebahagiaan,” katanya dengan nada haru.

Tak hanya itu, Bu Fuadah demikian wanita itu kerap disapa, berpesan agar pembimbing Teater Kanjeng SMAKS dan KASADA tetap berkarya tanpa lelah.”Harus berkembang, meski banyak kesibukan, sebab Teater Kanjeng dan Kasada telah menjadikan SMA Kanjeng Sepuh lebih dikenal lagi,” pungkasnya.

Dalam proses peluncuran dan bedah buku di SMAKS tersebut para undangan dari komunitas Teater yang tergabung dalam Kotaseger turut memberikan apresiasi dengan membacakan puisi scara bergiliran.

Buku Kembara Karya Dewi Musdalifah (Dok Pribadi)
Buku Kembara Karya Dewi Musdalifah (Dok Pribadi)

Sementara itu, Buku Kembara Karya Dewi Musdalifah yang dilaunching di salah satu cafe di Gresik ini juga mendapat apresiasi dari banyak orang.

Dalam bedah buku tersebut, hadir sebagai pembedah S. Jai, Pengarang asal Lamongan. “Puisinya banyak menyiratkan kepercayaan dirinya memilih jalan sunyi. Puisi adalah nyanyian dijalan sunyinya. Penyair lebur dengan alam, pantai, daun, angin, rerumputan dan merenggut energi positif,” ujar penerima anugerah penghargaan seni dari Gubernur Jawa Timur tahun 2015 ini.

Buku Dewi, sapaan akrab Dewi Musdalifah, berisi tentang 44 puisi. “Buku Kembara adalah buku saya yang keempat. Tapi yang tiga berupa antalogi puisi dengan penyair lain. Sedangkan buku ini sendiri,” ungkap Dewi kepada Gresiknews.co. (khanif/didik hendri/m1)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *