Temulawak “Eson”, Minuman Tradisional yang Kaya Khasiat

Gresiknews.co – Ranita terlihat sibuk menyiapkan bahan-bahan yang akan dibuat menjadi minuman tradisional temulawak di tempat produksinya di daerah kampung Kauman, Kecamatan Gresik. Bahan-bahan seperti tanaman temulawak, cengkeh, kapulogo dan lainnya dibersihkan terlebih sebelum kemudian nanti di masak dan dikemas dalam botol 350 mili dan 500 mili. Minuman yang kaya khasiat ini dipercaya bisa memberikan proteksi bagi organ hati, menghaluskan kulit, penambah nafsu makan dsb.

“Sehari bisa memproduksi 800 sampai 1000 botol minuman temulawak,” ungkap perempuan bernama lengkap Ranita Dwi Damayanti, Jum’at (28/7/2017).

Rutinitas Ranita semakin padat jika ada pesanan dari para pelangannya. Industri Makanan dan Minuman (Mamin), memang menjadi salah satu penopang perekonomian masyarakat di Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik mencatat, saat ini setidaknya ada sekitar 1.600 industri Mamin berskala menengah ke bawah yang berkembang di Kota Pudak.

“Saya memilih berjualan temulawak karena termasuk minuman tradisional khas. Apalagi ini adalah usaha warisan mertua,” kata Ranita saat mengikuti pameran di GOR Wahana Ekspresi Pusponegoro.

Mertua Ranita sendiri memulai usaha minuman temulawak sejak tahun 1981, kemudian bersama sang suami Fahmi, Ranita 2006 mulai menerukan usaha yang diberi brand “Eson” atau dalam bahasa Indonesia memiliki arti “Aku”.

“Ibaratnya kami berdagang sekaligus melestarikan minuman tradisiona temulawak,” imbuhnya.

Masyarakat urban kerap ingin segala sesuatunya diselesaikan dengan cepat. Untuk itu agar dapat memiliki stamina serta hati yang kuat dan sehat untuk menjalani aktivitas mereka sehari-hari minuman temulawak sangatlah cocok. Temulawak adalah salah satu solusi dari makanan sehat yang dapat dikonsumsi masyarakat urban karena mudah didapatkan.

Temulawak “Eson” sudah banyak dipasarkan baik Untuk pemasaran mulai Gresik, Lamongan, Banggil pasuruan, Magetan, Surabaya, Kalimantan Barat. Selain pameran jualannya dengan menitipkan di warung-warung kopi, toko maupun restoran.

“Semua produk minuman biasanya laku keras saat musim kemarau,” jelasnya.

Minuman Temulawak bisa tahan sampai 3 bulan. Untuk harganya sendiri dibandrol cukup murah. Kemasan 500 mili satu pack (isi 10 botol) harganya sekitar Rp. 45 ribu. Sedangkan kemasan 330 mili satu pack harganya Rp. 35 ribu.

Bagi Ranita, adanya pasar bebas atau MEA janganlah dijadikan sebagai hambatan dalam memulai dan mengembangkan usaha.

“Menurut Saya di era MEA kita tidak boleh menutup diri. Kondisi ini harusnya malah menjadikan kita semakin semangat untuk berusaha. Caranya dengan mengunggulkan produk lokal jangan sampai kalah dengan produk lain,” ujar perempuan tinggal di jalan Samanhudi, Karangpoh, Kecamatan Gresik itu.

Jika kita hitung sehari bisa memproduksi 800 sampai 1.000 botol, sehingga dalam sebulan bisa mencapai 30.000 botol dengan asumsi harga Rp.6 ribu/botol, maka omset sebulan bisa tembus Rp. 180 juta. Selain temulawak, Ranita juga menjual minuman sinom madu dan beras kencur yang dikemas secara modern. (Khanif/m1)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *