Jelang Idul Adha, Dokter Hewan Periksa Sapi di Pasar Panceng

Gresiknews.co –  Beberapa orang dari Dinas Pertanian Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Gresik serta pengurus UPT Pusat Kesehatan Hewan di Kecamatan Panceng memeriksa kesehatan sejumlah sapi betina dan sosialisasi larangan menyembelih sapi produktif di Pasar Sapi desa Surowiti jelang Hari Raya Idul Adha 1 September mendatang.
Dokter Hewan dr Herman Suprayitno bersama tim melakukan pemeriksaan satu persatu sapi betina dengan cara memasukan tangan, yang sudah mengunakan pelindung, melalui dubur sapi. Baru dapat diketahui hasilnya. Hal itu dilakukan karena ada larangan menyembelih sapi betina produktif di Rumah Pemotongan Hewan (RPH) serta menjadi bagian prosedur hewan untuk dikonsumsi masyarakat.
“Kita periksa apakah sapinya masih produktif atau tidak. Hasilnya tidak ada temuan. Hanya ada sapi betina kurus,” kata dr Herman Suprayitno.
Sebagaimana diketahui, dalam tertuang dalam Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2014 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan pasal 18 ayat (4), menyebutkan setiap orang dilarang menyembelih ternak ruminansia kecil betina produktif atau ternak ruminansia besar betina produktif.
Sementara dalam pasal 86, diatur sanksi pidana kurungan bagi orang yang menyembelih ternak ruminansia besar betina produktif paling singkat 1 tahun dan paling lama 3 tahun, dan denda paling sedikit Rp 100 juta dan paling banyak Rp 300 juta.
“Pemotongan sapi betina memang dibolehkan khusus yang sudah tidak produktif lagi atau sapi afkir. Kami akan berikan surat jika memang terjadi demikian,” sambungnya.
dr Herman mengatakan sapi daerah pesisir memiliki daya tahan tubuh yang lebih kuat, karena dirawat dengan kondisi cuaca panas. Sehingga membuat sapi jarang terkena penyakit cacing hati. Berbeda halnya dengan sapi yang dirawat di kondisi lembab, yang rawan terkena penyakit tersebut.
Namun ia akan terus melakukan pemeriksaan pada sapi-sapi yang dijual para pedagang. Apalagi mendekati Hari Raya Idul Adha.”Kami akan mengecek sapi-sapi yang di jual para pedagang hewan Qurban di Kabupaten Gresik,” pungkasnya. (Khanif/M1)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *