Bobol ATM Berisi Uang 213 Juta Zainuri Berpakaian Layaknya Perempuan

Gresiknews.co – Aksi Zainuri Hendro Kustono (32) membobol mesin ATM Mandiri berisi uang Rp. 213 Juta di daerah Sukomulyo Manyar yang dikelola PT Usaha Gedung Mandiri (UGM) cukup unik. Pria asal Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik itu dengan menyaru sebagai perempuan serta memakai helm untuk mengelabuhi CCTV.

Selain lihai dalam mengubah penampilan, Zainuri juga cukup lihai dalam membobol mesin ATM, padahal dalam mesin ATM tersebut terdapat sistem pengamanan ganda. Pelaku dengan mudah membuka 2 kunci penutup mesin ATM dan nomor kombinasi hanya membutuhkan waktu kurang dari 2 menit untuk menguras mesin ATM yang berisi uang ratusan juta tersebut.

Dalam menjalankan tugasnya, Zainuri dibantu Rohana Kartika Lestari (30), kedua pelaku saling berbagi tugas. Pelaku pria bertugas membobol mesin ATM, sementara pasangan wanitanya duduk di atas motor untuk mengawasi kondisi sekitar.

Kasatreskrim Polres Gresik, AKP Adam Purbantoro mengatakan, pelaku Zainuri berpakaian layaknya perempuan dalam menjalankan aksinya.

“ZHK (Zainuri, Red) saat beraksi mengenakan pakaian wanita, berjilbab dan menggunakan helm. Pelaku dibonceng teman wanitanya, RKL (Rohana, Red) menuju ke ATM,” ungkap Kasatreskrim Adam Purbantoro saat didampingi oleh Kabag Ops Polres Gresik, Kompol Nurhalim, Rabu (27/9/2017).

AKP Adam Purbantoro menjelaskan Zainuri merupakan mantan karyawan PT UGM di posisi Cash Replaynis (CR) atau petugas pengisian uang di ATM Mandiri. Pengungkapkan kasus ini bermula dari rekaman CCTV ATM, yang diketahui bahwa pelaku mempunyai pengetahuan dan keahlian dalam membuka mesin ATM..

“Keahlian ini diperoleh pelaku saat menjadi karyawan PT UGM. Pelaku memiliki kunci duplikat sebelum dia keluar dari perusahaan. Dia juga mampu mengacak nomor kombinasi dalam brangkas ATM tersebut,” jelasnya.

Saat dilakukan pengeledehan di rumah pelaku, uang hasil curian digunakan untuk keperluan sehari-hari dan membeli beberapa alat-alat yang akan dibuat untuk membuka usaha bengkel cat. Para petugas berhasil menemukan sisa hasil curian sebesar Rp. 85.700.000.

Atas perbuatan ini, pelaku dijerat pasal 363 KUHP tentang pencurian disertai pemberatan dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara. (Khanif/M1)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *