Kegiatan Pejabat Teras Gresik ke Malaysia Jadi Kurang Populis

Gresiknews.co – Dalam waktu relative singkat, warga gresik dihebohkan kepergian Bupati Sambari beserta Wabup Moh. Qosim dan 120 an pejabat teras Pemkab Gresik ke negeri Jiran Malaysia. Kabar ini menjadi perbincangan di warung-warung kopi, hingga viral di jagad social media. Bagaimana tidak, kepergian orang nomor satu di kota Pudak beserta ratusan pejabat teras ini, terjadi pada saat situasi keuangan pemerintah sedang tidak sehat.

Tentu saja, kegiatan ini menjadi pusat perhatian warga. Apalagi, sejak keberangkatnya ke Malaysia, foto selfi bupati dan para pejabat ini beredar luas di social media via whatshapp. Di antaranya mulai dari lobi bandara juanda sidoarjo, hingga foto saat tiba di bandara Malasyia.

Dalam foto-foto yang beredar, bupati dan anak buahnya lebih mengumbar foto selfi dan terlihat bersenang-senang. Ada juga foto selfie pejabat di ruang hotel usai makan minum dengan gaya tos bersama. Sejumlah Staf, Sekpri Sekda, Sekpri Bupati, Sekpri Wabup Gresik, dan Sekri Disnaker juga terlihat asyik foto yang sengaja diposting di medsos. Mejeng dengan background gedung kembar Petronas Malaysia.

Meski pemkab Gresik mengklaim biaya keberangkatan di tanggung sendiri-sendiri, namun duit senilai kurang lebih 660 juta tidaklah sedikit. Sebagian masyarakat memaknainya dengan kegiatan “Pelesir” jelang akhir tahun yang identik dengan “menghabiskan isi kantong”. Sementara yang lain menilai sebagai bentuk kegiatan yang tidak selayaknya. Bagaimana tidak, selain Bupati, Wakil Bupati, dan Sekda, tercatat lebih dari seratus orang Pegawai Negeri Sipil (PNS) mulai Eselon II, Kepala Dinas, 18 orang Camat, beberapa direktur BUMD hingga sekelas Staff ikut dalam rombongan ini.

“Pejabat yang berangkat ke luar negeri, apalagi dalam jumlah banyak harus mengantongi ijin resmi dari Gubernur dan Mendagri. Tidak bisa semaunya sendiri. Sebab, mereka adalah petugas Negara yang melayani masyarakat, sehingga status kepegawaiannya melekat,” kata Saifullah Yusuf, Wakil Gubernur Jawa Timur.

Niat menghadiri undangan komunitas warga Bawean yang ada di Malaysia, dan menemui mereka yang menjadi TKI di negeri Jiran adalah suatu gagasan yang bagus. Menyapa dan mendengar pendapat warga Bawean yang bermukim di Malaysia, merupakan bagian dari tugas Kepala Daerah. Namun, niat dan ide yang baik ini, menjadi kosong. Lantaran, Bupati mengajak seluruh pejabat teras ikut dalam rombongannya ke Malaysia, meninggalkan tugas yang masih menumpuk di atas meja. Sehingga, wajar jika sebagian kalangan kemudian menganggap kegiatan Kunjungan ke Malaysia ini menjadi tidak efektif, dan terkesan kegiatan hura-hura semata.

“Mestinya, Bupati dan Wakil Bupati hanya mengajak beberapa orang saja yang ada hubungannya dengan tugas mereka. Semisal cukup Disnaker saja yang memang berkompeten mengurus soal TKI,” Ucap Mujib Ridwan, Anggota DPRD Gresik Fraksi PDI Perjuangan.

Dari informasi yang dihimpun, rombongan pertama berjumlah sekitar 85 orang. Menggunakan pesawat Malaysia Air Line tujuan surabata – Kuala Lumpur. Sedangkan rombongan lain, sebanyak 35 orang terlebih dahulu menuju Medan menggunakan pesawat Lion Air, baru kemudian bertolak menyusul rombongan ke Malayasia.

“Harga ticket perorang tidak sama. Untuk Bupati – Wabup Gresik dan pejabat teras harganya lebih mahal. Sedangkan untuk para staf, harga tiketnya 5,5 juta perorang Sudah inklud hotel penginapan selama di Malaysia,” jelas Iffaf, Karyawan bagian pelayanan Ticket PT. Arifin Sidayu, yang kebetulan menangani keberangkatan para pejabat Gresik ini PP.

Sejumlah anggota dewan pun mengecam dan menyayangkan kegiatan yang dinilai tidak populis ini. Pasalnya, kepergian seluruh pejabat teras kota Pudak ke Malaysia ini dinilai sebagai pemborosan dan menghambur-hamburkan uang. Apalagi saat ini APBD 2017 Kabupaten Gresik dalam kondisi kritis terseok-seok akibat pemerintah tidak mampu mencapai target pendapatan. Sehingga banyak program anggaran terpaksa dikepras habis. (Dik/ika)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *