Dua Desa di Gresik Miliki Program Desmigratif untuk TKI

Gresiknews.co – Dua desa di Gresik, yakni Desa Mentaras, Dukun dan Desa Campurejo, Panceng memiliki Pusat Pelayanan Migrasi Program Desa Migran Produktif (Desmigratif) yang hanya ada di 120 desa se-Indonesia.

Desmigratif merupakan desa yang sebagian besar penduduknya bekerja di luar negeri, memahami sistem penempatan dan perlindungan tenaga kerja, baik di dalam maupun di luar negeri.

Program ini menjadi salah satu upaya pemerintah melindungi dan meningkatkan kesejahteraan para tenaga kerja Indonesia (TKI) yang bekerja di luar negeri dan keluarganya sejak dari kampung halaman, saat bekerja hingga kembali ke kampung halaman.

Seperti terlihat di balai desa Mentaras, bagaimana kesibukan pemdes melayani warganya yang mantan TKI. Pusat Layanan Migrasi Desmigratif di tempat ini langsung dibina oleh Kementerian Tenaga Kerja (Kemenaker) Republik Indonesia.

Kepala Desa Mentaras, Dukun, Akhmad Suparto mengatakan, hampir 300 warganya kini menjadi TKI. Rata-rata bekerja di Malaysia. Oleh sebab itu, ia sangat mendukung bahwa di desa yang ia pimpin menjadi percontohan pembinaan TKI yang merupakan program unggulan dari Kemenaker RI.

“Ada dua petugas yang selalu siap melayani warga. Disana warga bisa menanyakan bagaimana menjadi TKI legal. Tak hanya itu, nantinya disini juga akan ada program pembinaan bagi mantan TKI yang ingin berwirausaha di desa,” kata Suparto, Senin (18/12/2017).

Pria yang juga advokat muda itu berharap agar nantinya program unggulan Kemenaker untuk membina TKI itu bisa bermanfaat bagi TKI yang ada di Desa Mentaras. Selain itu, pihak pemerintah harus melakukan sosialisasi terlebih kepada mantan TKI.

Ada empat pilar utama yang diusung oleh Program Desmigratif, yaitu membentuk pusat layanan migrasi, menumbuh kembangkan usaha-usaha produktif TKI dan keluarganya, memfasilitasi pembentukan Rumah Belajar Desmigratif, serta memfasilitasi pembentukan dan mengembangkan Koperasi/Lembaga Keuangan.

“Tentunya tidak selamanya masyarakat disini menjadi TKI, kami berharap TKI purna (Mantan TKI) bisa berdaya atau mempunyai minat berwirausaha,” tandasnya. (khanif/M1)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *