Musim Panen Jeruk Nipis, Petani Kebonagung Keluhkan Turunnya Harga

Gresiknews.co – Para petani jeruk nipis di Desa Kebonagung, Ujungpangkah, Gresik mengeluhkan turunnya harga tanaman yang kaya akan nutrisi vitamin C ini. Apalagi saat ini sedang musim panen tanaman bernama latin Citrus × aurantiifolia tersebut.

Desa Kebonagung merupakan salah satu sentra penghasil jeruk nipis terbesar di Kabupaten Gresik. Hampir semua warga desa berprofesi sebagai petani jeruk nipis.

Kasturi, salah satu petani mengaku, harga jeruk nipis sekarang turun hingga 60 % dari harga normal.

“Kalau musim panen kayak gini hanya dibeli 8 ribu per kilo, padahal biasanya harga mencapai 20 ribu per kilo,” ungkap Kasturi, Selasa (12/12/2017).

Ia pun berharap, Pemkab Gresik bisa membantu petani jeruk nipis agar harga yang dijual ditingkat petani tidak dipermainkan oleh pengepul besar.

“Kami berharap pemkab bisa membatu dengan pendistribusian jeruk nipis ini agar kami juga semangat untuk membudidayakan jeruk nipis,” harapnya.

Hal ini tentu menjadi ironi, menginggat varietas lokal berupa jeruk nipis yang dikembangkan di Desa Kebonagung Kecamatan Ujungpangkah Gresik baru saja resmi terdaftar pada Pusat PVTPP (Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian) pada Kementerian Pertanian Republik Indonesia.

Penyerahan sertifikat itu dilakukan oleh Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Dr. Moh. Syakir kepada Wakil Bupati Dr. H. Moh. Qosim dalam seminar PVTPP Goes to Campus yang diselenggarakan di Gedung Samantha Krida Universitas Brawijaya, Malang, Jawa Timur, Rabu (6/12/2017) lalu.

“Paling tidak Pemkab harus turut mempromosikan,” Kata H. Mulyono, salah satu petani jeruk nipis di Desa Kebonagung. (khanif/m1)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *