Pedagang Pasar Giri: Kwitansi Harga Stand 39 Juta, Tapi Harus Bayar 45 Juta

Gresiknews.co – Delapan ibu-ibu pedagang Pasar Giri, yang terletak di Kecamatan Kebomas, Gresik sambat nasibnya ke anggota DPRD Kabupaten Gresik. Mereka mengeluh soal pungli dan pembagian stand berdagang tak adil yang diduga dilakukan Kepala UPTD Pasar Giri Soedarmadji.

Kedatangan ibu-ibu pedagang ini yang mewakili pedagang lainnya tersebut diterima oleh Jumanto, Anggota Komisi II DPRD Gresik di ruang Fraksi PDI P.

Ibu Khusnul Khatimah, salah satu pedagang Pasar Giri mengaku, diminta untuk membeli stand dengan harga 45 juta. “Padahal di kwitansi harganya tertera 39 juta,” ungkapnya, Rabu (27/12/2017).

Saat ditanya siapa yang meminta, Ibu Khatimah mengatakan, “yang minta Pak Soedarmadji. Kalau saya tidak beli ya gak punya stand,” jelasnya, sambil memberikan kwitansi yang sudah di fotocopy.

Senada, pedagang lain Nurul Aini mengatakan, mendapat stand kecil. Ia merupakan salah satu pedagang korban Pasar Giri yang terbakar pada 21 Januari 2015 silam. Kini lahan seluas 1.136 meterpersegi itu sudah berdiri stand-stand.

“Dulu stand saya besar, malah diganti stand kecil. Ada puluhan pedagang lama juga yang tidak mendapat stand baru,” keluhnya.

Para pedagang yang sudah memiliki surat izin menempati (SIM) bahkan diacam jika melapokan tindakan pungli dan pembagian stand yang dirasa tak sesuai. “Nak wadul mungah-mungah gak bakal tak reken (kalau mengeluh ke pihak atas tidak akan diurusi. Red),” kata Nurul Aini.

Terkait keluhan para pedagang Pasar Giri, Anggota Komisi II DPRD Gresik Jumanto menjelaskan, ibu-ibu datang kesini mengadukan stand yang dulu terbakar dan meminta agar pembagian stand sesuai.

“Soal adanya acaman yang diterima pedagang, akan kita tindaklanjuti kebenarannya. Perlu kita kroscek terlebih dahulu,” paparnya. (khanif/m1)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *