Tuntut Pembebasan 3 Aktivis, Choirul Anam; Pihak Pemkab Gresik Tidak Punya Wewenang untuk Intervensi

Gresiknews.co – Choirul Anam, Kepala Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Gresik menyatakan bahwa pihaknya tidak mempunyai wewenang untuk mengintervensi kasus hukum tiga aktivis.

Hal itu disampaikannya seusai menemui perwakilan pendemo di ruang Kesbangpol, Selasa (5/12/2017) siang.

“Permintaan pembebasan 3 tersangka akan kami komunikasi pada ahli hukum. Dalam hal ini kepolisian dan kejaksaan. Namun pihak Pemkab Gresik tidak punya wewenang untuk intervensi kasus hukum,” ujar Choirul Anam.

Anam menyambut baik para pendemo dari PMII Jawa Timur. “Mereka menyampaikan permintaan maaf atas apa yang sudah terjadi. Pemerintah juga sudah menerima maaf tersebut,” kata Mantan Camat Ujungpangkah ini.

Suasana mediasi berbanding terbalik dengan di luar gedung. Para pendemo di luar gedung kantor Bupati Gresik terus berorasi di bawah terik matahari yang cukup menyengat. Bahkan sempat terjadi kericuhan diantara para pendemo sendiri. Sedangkan perwakilan mediasi nampak tenang mendengarkan pemaparan Kepala Kesbangpol di ruangan ber-AC.

“Kita kurang tahu persis proses hukum yang dihadapi oleh teman-teman, besar kecil permasalahan. Namun kami tetap menerima maksud tujuan silaturahmi teman-teman PMII terhadap Pemkab Gresik,” papar Anam, didampingi Kepala Dispol PP Pemkab Gresik Ahmad Nuruddin.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, ribuan pendemo dari PMII Jatim menuntut agar tiga aktivis, yakni Fajar Rosyidi (23), Rizqi Siswanto (22), dan Abdul Wahab (43), yang dalam demo beberapa waktu dijadikan tersangka agar dibebaskan.

Ketiganya dianggap telah melakukan pengerusakan serta penganiayaan terhadap petugas Satpol PP saat unjuk rasa penolakan revitalisasi alun-alun Gresik berlangsung. (Khanif/M1)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *