Camat Benjeng Duga Ada Aktor dalam Ramainya Kasus Jual Beli Jabatan Perangkat Desa

Gresiknews.co – Laporan dua warga Desa Banter, Kecamatan Benjeng, Kabupaten Gresik, terkait dugaan adanya jual beli jabatan dalam proses Penjaringan dan Penyaringan Perangkat Desa (P3D) membuat Komisi I DPRD Gresik bergerak cepat dengan menggelar hearing.

Namun, dalam hearing ini Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Tursilowanto Harijogi justru tidak hadir.

“Pak Tursilo mangkir, tidak hadir tanpa alasan jelas,” kata Wakil Ketua Komisi I Mujid Riduan usai hearing, Selasa (9/1/2018).

Dugaan adanya peserta P3D yang membayar uang Rp 25 juta dan 200 juta dalam perekrutan perangkat desa muncul dari pengakuan Irawan Hidayat dan Abdul Rouf, warga Desa Banter.

Sementara Camat Benjeng Nuryadi menanggapi kasus ini, menduga ada aktor yang sengaja ingin memperkeruh suasana di balik rekrutmen perangkat desa di Desa Banter. “Saya tahu ada aktor, tapi gak perlu saya sebutkan,” ujarnya, Selasa (9/1/2018).

Menurutnya, proses rekrutmen perangkat Desa Banter sudah sesuai aturan Peraturan Bupati(Perbup) dan berjalan sesuai mekanisme yang berlaku. Ia kemudian merinci hasil rekrutmen perangkat Desa Banter.

“Untuk Sekdes AH. Zaki Fuad yang terpilih, Kasi Pemerintahan Monica, Kasun Bareng Abdul Munif, dan Kasi Kesejahteran Syamsul Arifin. Semuanya sudah dikukuhkan,” paparnya.

Ditanya soal dugaan adanya jual beli jabatan hingga ratusan juta seperti yang dilaporkan warga Desa Banter, Nuryadi mengaku tidak tahu. “Wah soal itu saya tidak tahu. Sebab, itu bukan ranah saya. Tugas Camat hanya sebatas memberikan rekom panitia P3D,” terangnya.

Meski saat ini ada protes dari warganya, namun Nuryadi menegaskan bahwa rekrutmen perangkat desa di Kecamatan Benjeng berjalan sukses. “Dari total 23 desa di wilayah Benjeng, ada 21 Desa yang mengadakan rekrutmen. Dari 21 desa yang sudah selesai rekrutmen, 11 desa sudah dilantik,” pungkasnya. (khanif/m1)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *