Dua Warga Benjeng Laporkan Dugaan Adanya Pungli Ratusan Juta saat Seleksi P3D

Gresiknews.co – Dua orang warga Desa Banter Kecamatan Benjeng Kabupaten Gresik, Irawan Hidayat dan Abdul Rouf, mengadukan dugaan adanya transaksi uang atau pungli dalam proses Penjaringan dan Penyaringan Perangkat Desa (P3D) ditempatnya.

Tak tanggung-tanggung, mereka mengaku mendengar adanya peserta yang membayar uang Rp 25 juta dan 200 juta dalam perekrutan ini.

“Untuk Kasi Pemerintahan kabarnya bayar Rp 25 juta dan yang Kasun bayar Rp 200 juta,” ungkap Irawan, Senin (8/1/2018).

Kedua orang yang juga calon pendaftar perangkat desa itu merasa dicurangi dalam proses P3D. Sehingga terpaksa melaporkan perkara ini ke Polres Gresik dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Pemkab Gresik.

Laporan tersebut ditujukan kepada panitia P3D yang diduga telah mengkondisikan sejumlah peserta perekrutan melalui ujian tulis. Yang mana, dalam tahapan perekrutan ini ada 3 jabatan yang diperebutkan. Antara lain, jabatan Sekretaris Desa (Sekdes), Kasi Pemerintahan, dan Kepala Dusun (Kasun) Banter.

“Peserta yang ikut perekrutan perangkat desa ini ada 6 orang dan yang lolos 3 orang. Kita curiga dengan pembuatan soal ujian tulis yang dibuat oleh Universitas Merdeka Malang. Karena Ketua Pantianya menempuh S2 di PTS tersebut. Sehingga sangat dimungkinkan adanya pembocoran soal atau kunci jawaban,” kata Irawan yang juga diiyakan oleh Rouf.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Gresik Tursilowanto Hariogi ketika dikonfirmasi mengatakan, pihaknya sudah menerima adanya pengaduan secara tertulis terkait dugaan kecurangan dalam proses P3D di Desa Banter, Kecamatan Benjeng, Kabupaten Gresik.

“Sudah ada laporan secara tertulis kepada kita. Tadi sudah saya tugaskan staf kami untuk menelusuri laporan ini. Kalau memang ada kecurangan tentunya akan kita tindaklanjuti. Bila perlu akan kita lanjutkan perkara ini ke jalur hukum bilamana terbukti,” ujarnya saat dihubungi via  telepon selulernya.

Pria yang akrab disapa Tursilo ini pun menegaskan, terkait adanya laporan ini pihaknya sudah menyampaikan langsung ke Bupati Gresik Sambari Halim Radianto. Menanggapi hal ini pihaknya langsung mengundang seluruh Camat se-Kabupaten Gresik pada sore atau malam ini (8/1/2018). “Kita undang seluruh Camat biar tahu permasalahan apa saja di wilayah mereka masing-masing,” tegasnya.

Sementara Kanit Tipikor Polres Gresik, Ipda Tomi Kurniawan ketika dikonfirmasi membenarkan adanya pengaduan tersebut. Hanya saja dirinya masih mempelajarinya karena masih berada di luar. “Tadi katanya anggota memang ada yang lapor. Tapi saya belum mempelajarinya,” ujarnya. (Khanif/M1)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *