Kasus Seleksi Perangkat Desa, Nurul Yatim: Jangan Ada Kegaduhan Hanya Karena Asumsi

Gresiknews.co – Permasalahan dugaan permainan uang hingga ratusan juta dalam proses Penjaringan dan Penyaringan Perangkat Desa (P3D) di Desa Banter harus disikapi secara bijak. Hal itu dikatakan Ketua Asosiasi Kepala Desa (AKD) Gresik Nurul Yatim usai hearing dengan Komisi I DPRD Kabupaten Gresik dan Asosiasi Kepala Desa (AKD) Gresik, Rabu (10/1/2018).

“Jangan sampai hanya karena asumsi orang yang kalah saat seleksi perangkat bisa membuat gaduh,” kata Nurul Yatim.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, hearing ini menghasilkan kesepakatan untuk penghentian sementara proses seleksi perangkat desa selama 1-2 minggu.

“Kami ingin menyatukan persepsi. Biar teman-teman tidak ada persoalan hukum dikemudian harinya,” ungkapnya.

Menurut Yatim, AKD Gresik selama ini terus memantau proses pembentukan P3D di wilayah Gresik. Itu sudah sesuai prosedur, seperti melibatkan tokoh masyarakat, pihak-pihak Kecamatan, Kapolsek, Koramil setempat.

Jika pun ditemukan persoalan, Yatim bersama dengan para pengurus AKD Gresik lainnya meminta pada pihak Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kabupaten Gresik dan DPRD Gresik untuk tidak mengenalisir.

“Permasalah yang ada di satu desa dengan desa lainnya tentu berbeda. Kita tidak boleh mengenalisirnya,” ujarnya.

Lebih lanjut, dalam proses seleksi P3D, faktor pendidikan tinggi seseorang bukan menjadi jaminan dia akan lulus dalam ujian.

“Tidak ada garansi orang yang berpendidikan tinggi bisa mengalahkan yang sekolahnya hanya SMA,” tegas Kades Baron, Kecamatan Dukun ini.

“Jadi, kalau ada permasalahan di sisi teknis, itu bisa diperbaiki. Tidak bisa sembarangan hasil tes dibatalkan,” pungkasnya. (khanif/m1)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *