Rekontruksi Pembunuhan Janda, Pelaku Maman Peragakan 13 Adegan

Gresiknews.co – Satreskrim Polres Gresik akhirnya menggelar rekontruksi pembunuhan Mar’atus Sholihah (37), seorang janda asal jalan Sindujoyo gang XVIII Kelurahan Lumpur, Kecamatan/Kabupaten Gresik, dengan tersangka Muh. Choirul (37) alias Maman yang tak lain tetangga korban, Kamis (4/1/2018) siang.

Tersangka Maman memperagakan bagaimana ia menghabisi janda, yang tinggal sendirian itu, dengan cara mencekik leher dan menutup muka korban mengunakan bantal.

Ada 13 adegan yang diperagakan Maman. Mulai peragaan pelaku menghubungi korban melalui ponsel dengan maksud memberitahu bila pelaku berada di depan rumah korban. Adegan kedua korban membuka pintu rumahnya dan mempersilahkan pelaku masuk ke rumahnya.

Pada adegan selanjutnya yakni ketiga sampai ke dua belas, polisi melakukan rekontruksi secara tertutup. Baru adegan ketiga belas diketahui, tersangka mengunci pintu rumah korban dari luar setelah membunuhnya.

Kaur Bin Ops (KBO) Polres Gresik, Iptu Suparmin, usai rekontruksi mengungkapkan, bila korban meninggal dunia akibat dicekik. Adegan itu dikatakannya pada rekontruksi yang kesepuluh. Saat tersangka merampas ponsel korban merek Samsung J2, namun korban berontak, karena panik, tersangka pun mencekik leher korban hingga tewas.

“Dari rekontruksi ini diketahui penyebab kematian korban karena pelaku mencekik korban hingga tewas,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Iptu Suparmin menegaskan, motif tersangka menghabisi janda tersebut hanya ingin menguasai barang milik korban. “Motif tersangka ingin menguasai hp korban,” tambahnya.

Perlu diketahui  pembunuhan itu diungkap Polres Gresik pada Desember 2017. Dimana tersangka yang sehari-hari bekerja sebagai pengemudi ojek perahu di kawasan Pelabuhan Gresik ini, nekad membunuh korban demi sebuah ponsel yang hendak dihadiahkan kepada penjaga warung bernama Tia.

Pembunuhan ini sempat tidak diketahui. Terungkapnya penyebab kematian perempuan itu adalah saat jenazahnya dimandikan.

Saat itu, tetangga dan kerabat yang memandikan jenazahnya, melihat ada bekas cekikan di leher.

Kecurigaan itu disampaikan ke Polsek Gresik. Kemudian, polisi pun melakukan penyelidikan terhadap kematian janda yang baru ditinggal oleh suaminya itu.

Dalam penyelidikan, terungkap bahwa di hari yang sama dengan kematiannya, sejumlah barang seperti uang, ponsel, dan perhiasan, hilang.

Polisi kemudian mencoba menghubungi nomor ponsel korban yang hilang.

Terungkap kemudian bahwa ponsel tersebut dibawa seorang bernama Tia Gadzella Agustina, penjaga warung kopi yang mengaku mendapat ponsel dari tersangka.

Akibat ulah sadis tersebut, tersangka dijerat pasal 365 ayat 3 KUHP tentang tindak pidana pencurian disertai kekerasan yang berujung pada kematian korban. Dengan ancaman hukuman selama 15 tahun penjara.

Sempat terjadi kericuhan usai rekontruksi, dimana saat tersangka akan dibawa kembali  tahanan Polres Gresik. Sebagian pihak keluarga korban yang ikut menonton tiba-tiba marengsek dan memukuli tersangka. Untung saja, anggota Reskrim Polres Gresik yang mengawal jalannya rekontruksi, sigap dan langsung mengamankan tersangka dari kerumunan masa menuju mobil tahanan polisi. (Khanif/M1)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *