Wah, Ternyata Masih Ada Nelayan di Gresik yang Memakai Jaring Cantrang

Gresiknews.co – Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Gresik terus menggalakkan larangan penggunaan jaring cantrang atau trawls sebagai alat tangkap ikan. Hal itu dikarenakan bisa menyebabkan kerusakan lingkungan.

Meskipun begitu, di Gresik masih ada sekitar seribu nelayan yang memakai jaring cantrang. Kasie Kenelayanan, DKP Gresik, Zainal Abidin mengatakan, pihaknya selalu gencar melakukan sosialisasi kepada nelayan agar tidak memakai alat dilarang tersebut.

“Dari 11 ribu nelayan hanya 10 persen yang masih menggunakan alat tangkap cantrang,” kata Zainal, Senin (08/01/2018).

Cantrang sendiri merupakan alat tangkap yang digunakan untuk menangkap ikan yang dilengkapi dua tali penarik yang cukup panjang yang dikaitkan pada ujung sayap jaring. Bagian utama dari alat tangkap ini terdiri dari kantong, badan, sayap atau kaki, mulut jaring, tali penarik (warp), pelampung dan pemberat.

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) sudah membuat Permen Nomor 2/PERMEN-KP/2015 tentang Larangan Penggunaan Alat Penangkapan Ikan Pukat Hela (Trawls) dan Pukat Tarik (Seine Nets) di WPPNRI. Alasan dari penerapan aturan ini adalah alat tangkap tersebut termasuk dalam alat tangkap yang dapat merusak habitat ikan.

Untuk mendukung keputusan KKP terkait larangan penggunaan cantrang, Zainal menambahkan, para nelayan diberikan alat tangkap ramah lingkungan hasil hibah dari KKP.

“Bahkan untuk mendukung kebijakan Kementrian, beberapa waktu lalu kami dan nelayan di Gresik mengguntingi serta  membakar alat tangkap terlarang, dan diganti dengan alat tangkap ramah lingkungan,” pungkasnya. (Khanif/M1)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *