Jelang Imlek, Jelly Art Bertema Imlek Laris Manis Diburu Pembeli

Gresiknews.co – Perayaan Tahun Baru Imlek yang akan jatuh pada 16 Februari 2018 nanti, mendatangkan berkah tersendiri bagi pembuat jelly art bertemakan Imlek, Lailatur Muniroh, yang kebanjiran pesanan.

Ditemui kediamannya di Jalan KH. Syafii Pongangan Krajan, Manyar, Gresik, Neyla, panggilannya akrabnya, mengaku, pesanan jelly art meningkat 30 persen dibanding hari biasanya.

“Banyak orang yang pesan dengan warna jelly di dominasi warna merah sesuai tema Imlek,” ungkap Neyla, Senin (12/2/2018).

Dalam sehari, Neyla bisa membuat jelly art sebanyak 50 buah dengan berbagai ukuran dan bentuk. Kalau saat ini bisa capai 65 buah, bahkan lebih.

Bentuk-bentuk jelly art bertemakan imlek (khanif)
Bentuk-bentuk jelly art bertemakan imlek (khanif)

Jelly art ini dijual mulai harga Rp. 6.000, – Rp. 200.000 tergantung tingkat kerumitan dan ukurannya.

Adapun proses pembuatan jelly art, mula-mula Neyla membuat kanvas dari jelly warna putih, kemudian dibekukan. Baru setelah itu di lukis dengan pudding, yang terbuat dari bahan agar-agar, susu, dan gula, secara manual.

Sedangkan untuk polanya, memakai jarum suntik dan tools khusus. Ada motif bunga, kupu-kupu, dan burung. Dibutuhkan waktu sekitar 2 jam untuk membuat satu jelly art.

“Bagi saya, selain makanan itu harus enak juga harus indah dilihat,” ujar ibu tiga anak ini.

Pembuatan jelly art memang tak mudah. Butuh ketelitian dan kreativitas yang dalam pengerjaannya. Apalagi cara mengambarnya harus terbalik.

Pembelinya tak hanya dari warga keturunan Tionghoa saja, banyak juga masyarakat umum yang membeli untuk dijadikan hadiah atau disantap.

Tak ada salahnya mencoba Jelly Art bertema Imlek sebagai pilihan artelnatif kuliner selain kue keranjang. (khanif/m1)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *