Ahmad Khoiri Kenalkan Batik Gajah Mungkur Gresik pada Mahasiswa Luar Negeri

Gresiknews.co – Ahmad Khoiri (36), pemilik rumah Gajah Mungkur yang berdiri tahun 1881, dengan sigap menjelaskan tentang sejarah rumahnya kepada peserta 6th Platform For Asian Architecture and Urbanism (PAAU) 2018.

“Rumah ini dinamakan Gajah Mungkur dikarenakan ada patung gajah yang hadapnya membelakangi jalan,”ujar Khoiri, Jum’at (12/10/2018).

Para peserta PAAU 2018 berjumlah 110 orang, yang terdiri dari mahasiswa dan dosen 7 universitas di 6 negara Asia. Negara-negara tersebut, yakni Thailand, Taiwan, Malaysia, India, China dan Indonesia.

Agar mudah dipahami, semua yang dikatakan oleh Khoiri langsung diterjemahkan mahasiswa UK Petra Surabaya dalam bahasa Inggris.

“Saya keturunan keempat dari pasangan Jaelan (alm) dan Romlah (alm), sebagai pemilik awal,” jelasnya.

Rumah Gajah Mungkur sendiri berada di dekat Alun-alun Gresik, lebih tepatnya di Kampung Kemasan, Jalan Nyai Ageng Arem-arem, Kelurahan Pakelingan, Gresik. Berdiri di tanah seluas 2.000 meter persegi, yang terbagi dalam dua bangunan.

Selain mengandalkan arsitektur bangunan yang unik dan cantik, Khoiri juga mengembangkan batik khas Gresik, yang diberinama Batik Gajah Mungkur, untuk dijadikan oleh-oleh.

“Ini batik yang dibuat dengan alat tenun bukan mesin (ATBM),” kata Khoiri sambil menunjukan batik motif Rusa Bawean buatannya.

Salah satu peserta PAAU 2018 asal India, Jair, mengungkapkan kekagumannya terhadap gaya arsitektur rumah Gajah Mungkur.

“Tempat ini indah. Saya suka melihat detail-detail arsitektur bangunannya,” ucap perempuan asal India itu. (Khanif/m1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *