Anak Usia 7 Tahun di Sidayu Alami Penyusutan Otak, dari Terapi hingga Tak Bisa Pakai KIS

Gresiknews.co – Anisa Tri Cahyani, anak berusia 7 tahun asal Desa Raci Tengah, Kecamatan Sidayu, Kabupaten Gresik tak bisa bermain layaknya anak seusianya.

Anak bungsu dari tiga bersaudara pasangan Sumarno dan Siti Mualfa ini sejak lahir mengalami penyusutan otak atau cerebral atrophy, yang menyebabkan ia lumpuh dan sulit bicara.

Ayah Anisa, Sumarno sehari-hari bekerja mencari kepiting di sungai. Sedangkan ibunya, Siti Mualfa bekerja sebagai buruh cuci pakaian. Agar bisa sembuh, setiap dua minggu sekali Anisa harus melakukan terapi di rumah sakit swasta di Gresik.

Siti Mualfa mengatakan, untuk biaya selama pengobatan Anisa dirinya menggunakan BPJS Kesehatan Mandiri kelas III. Pada awalnya, Anisa mendapatkan Kartu Indonesia Sehat (KIS) dari pemerintah. Sebagaimana kedua orang tua dan kakaknya. Namun, setelah digunakan selama setahun, KIS tidak bisa.

“Karena bingung dan butuh melakukan pengobatan cepat, akhirnya saya daftarkan BPJS Kesehatan Mandiri,” terang Siti, Rabu (16/10/2019).

Siti bercerita, bahwa saat hamil dirinya pernah mengalami pendarahan dan Anisa terlahir sungsang. “Sejak kecil anak saya (Anisa, red) mengalami penyusutan otak. Jadi tidak pernah dikasih vaksin,” ujarnya.

Hingga saat ini, Anisa tidak bisa beraktivitas. Ia hanya tiduran di kasur. Kedua orang tuanya setiap pagi biasanya mengajak jalan-jalan. “Kalau tidur terus badannya bisa panas dan kejang-kejang. Bahkan pernah koma selama dua hari,” tutur Siti sedih.

Siti bersama sang suami berharap Anisa bisa sehat dan beraktivitas sebagaimana anak seusianya. Namun, dikarenakan keterbatasan biaya. Baik untuk memenuhi kehidupan sehari-hari dan transportasi selama pengobatan. Mereka terkadang harus pasrah.

“Dokter menyarankan membawa Anisa ke Karang Menjangan (RSUD dr. Soetomo, red) Surabaya untuk melakukan CT Scan. Namun kami belum bisa kesana karena tidak ada biaya,” akunya.

Prihatin akan kondisi Anisa, anggota DPRD Gresik M. Syahrul Munir akhirnya memberikan bantuan berupa kursi roda dan uang untuk berobat. “Saya berikan kursi roda agar adik Anisa bisa diajak jalan-jalan,” kata Politisi muda Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini.

Syahrul meminta, agar dinas-dinas terkait bisa lebih peduli dan turun ke lapangan. “Pemkab Gresik harusnya peduli terhadap masa depan anak difabel dan warga kurang mampu,” tegasnya.

Pria asal Desa Tanggulrejo, Manyar ini akan berkomunikasi dengan pihak-pihak terkait. Sehingga permasalahan yang ada bisa dicarikan solusinya.

“Orang kurang mampu malah tidak bisa pakai KIS, semoga dalam waktu dekat bisa ada solusi,” tandasnya. (Khanif/m1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *