Anggap Proyek Alun-alun Gresik Mangkrak, Puluhan Orang Demo DPRD dan Pemkab

Gresiknews.co – Proyek pembangunan revitalisasi Alun-alun Gresik yang mangkrak membuat puluhan warga yang tergabung dalam Masyarakat Peduli Cagar Budaya Gresik (MPCBG) berunjuk rasa di depan kantor DPRD Gresik dan Kantor Pemkab Gresik.

Saat berada di gedung Dewan, pengunjuk rasa menuntut kepada DPRD Gresik untuk menanyakan kepada pihak Pemkab Gresik soal kejelasan proyek pembangunan alun-alun yang dinilai mangkrak, lantaran kondisinya masih setengah jadi dan belum ada tanda-tanda aktifitas untuk melanjutkan pembangunan meski DPRD Gresik sudah memberikan lampu hijau tambahan anggaran 9 Milyar untuk menyelesaikan proyek tersebut.

Koordinator aksi, Safiudin membeberkan alasan aksi kali ini, yakni lantaran pihak Pemkab Gresik dianggap gagal menyelesaikan proyek puluhan milyar itu. Bahkan Safiudin menuding sejak awal ada kejanggalan dalam proyek tersebut karena Ia mendengar jika pemenang tender pada proyek tahap pertama sebelumnya bermasalah, namun oleh Pemkab Gresik malah dipercaya menangani proyek tersebut.

Untuk itu pengunjuk rasa meminta pihak terkait untuk mengaudit anggaran pelaksanaan proyek tersebut.

“Kontraktor yang tahap awal ini tidak ada kejelasan, seharusnya DPRD Gresik memenjarakan kontraktor-kontraktor ketika pembangunan tidak selesai sesuai dengan rencana. Ini ada ketidakberesan anggaran,” ungkapnya, Selasa (13/3/2018).

Namun sayangnya pihak DPRD Gresik tidak ada yang menemui pengunjuk rasa. karena tidak ditemui, mereka hanya berorasi bergantian.

Usai di gedung dewan, pengunjuk rasa menuju ke kantor Pemkab Gresik dengan tuntutan serupa serta akan berniat menyerahkan sejumlah uang sebagai ganti rugi kerusakan infrastruktur yang diakibatkan robohnya gerbang atau pagar depan gedung Pemkab Gresik disebabkan unjuk rasa MPCBG sebelumnya yang diklaim kerugiannya mencapai 2,5 juta rupiah. Padahal menurut Safiudin pagar itu hanya roboh dan tidak ada tanda-tanda kerusakan baik besinya patah.

“Kita akan menyerahkan simbolis yaitu ganti rugi kepada Pemkab Gresik, yang mana Pemkab sendiri mengatakan bahwa pagar yang roboh itu terjadi kerusakan padahal kita melihatnya pagar tidak rusak, kategori rusak pagarnya patah las-lasnya ada yang lepas itu baru rusak,” kata Safiudin.

“Kalau cuma terjadi roboh itu tidak terjadi bengkok dia habis 2 juta setengah, makanya hari ini kita menyerahkan uang itu kepada pemkab biar mereka tidak merasa rugi atas robohnya pagar tersebut,” imbuhnya.

Pengunjuk rasa juga kecewa dengan adanya kriminalisasi para aktivis yang tidak ada perhatian dari DPRD Gresik. Sebab, sampai saat ini tiga aktivis masih menjalani persidangan di pengadilan negeri Gresik hingga dinyatakan bersalah oleh jaksa penuntut umum.

Tiga terdakwa yaitu Fajar Rosyidi (23) dari PKL, Rizqi Siswanto (22), mahasiswa Universitas Muhammadiyah Gresik aktivis PMII dan Abdul Wahab aktivis LSM. (khanif/m1)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*