Bawa Pistol Rakitan, Pemuda Asal Ujungpangkah Perkosa dan Palak Dua Sejoli

Gresiknews.co – Aksi nekat M Al Maghrobi (31) dan M Fahni Fahrozi (32), warga Desa Pangkahwetan, Kecamatan Ujungpangkah, Gresik, mengaku sebagai polisi harus berujung jeruji penjara.

Kejadian bermula saat Jumat (1/3/2019) sekitar pukul 22.30 wib, pasangan kekasih, MFA (16), warga Desa Dalegan, Kecamatan Panceng, Gresik, dan pacarnya, NIL (16), warga Desa Pangkahwetan, Kecamatan Ujungpangkah, Gresik, sedang berhenti di gang sebelah gudang di Desa Banyu Urip untuk berpacaran.

Mengetahui situasi sedang sepi, dua pelaku yang sebelumnya sudah membuntuti korban menggunakan sepeda motor Suzuki Satria FU W 4935 AY langsung menjalankan aksinya dengan memeras korban.

Tak tanggung-tanggung, pelaku yang mengaku petugas kepolisian dari Surabaya itu juga mengeluarkan pistol revolver rakitan.

“Pelaku kemudian mengeluarkan senjata api jenis pistol revolver rakitan, dan kemudian menembakkan sekali ke atas, yang itu membuat kedua korban sempat ketakutan,” ungkap Kanit Reskrim Polsek Ujungpangkah, Bripka Yudi Setiawan, Senin (4/3/2019).

Ia mengatakan, pelaku lantas meminta kepada korban uang tunai sebesar Rp 1 juta, yang harus dibayarkan secara tunai. Tapi karena korban hanya membawa membawa uang Rp.25 ribu, maka MFA pun meminta izin untuk mengambil uang di rumah.

“Sementara korban yang cewek disandera. Sambil menunggu korban yang cowok pulang ambil uang, korban yang cewek sempat diperkosa oleh pelaku di kebun mangga milik warga yang berjarak 500-an meter dari TKP awal,” terang Yudi.

“Korban MFA lalu kembali ke TKP dengan mengajak teman-temannya. Begitu ketemu kedua pelaku lalu dikejar dan akhirnya jatuh terpeleset dari motor. Mereka lalu dipukuli oleh korban dan teman-temannya,” tambahnya.

Sejumlah barang bukti, mulai dari senjata api rakitan, tiga proyektil peluru, pakaian dalam korban wanita, uang tunai, telepon seluler, serta sepeda motor yang digunakan oleh pelaku.

“Dari hasil pemeriksaan visum yang sudah dilakukan, termasuk dari pengakuan korban memang mengaku sudah diperkosa oleh pelaku. Dan menurut pengakuan dari pelaku, mereka berdua sudah melakukan aksi pemerasan sebanyak empat kali,” jelas Yudi.

Kini kedua pelaku telah diamankan polisi dan akan diancam dengan pasal berlapis yakni pasal 368 KUHP tentang pemerasan disertai ancaman dan pasal 81 ayat 1 jo pasal 82 UU no 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak.

“Ancaman hukuman untuk pasal 368 KUHP itu maksimal 9 tahun penjara. Dan untuk pasal 81 ayat 1 jo 82 UU no 25 tahun 2014 itu minimal 5 tahun penjara dan maksimal 15 tahun penjara,” pungkasnya. (Khanif/m1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *