Cabuli 4 Santri, Guru Ngaji di Dukun Tertangkap Usai Bersembunyi di Musholah

Gresiknews.co- Sungguh bejat kelakuan Guru ngaji bernama Husnun Nadif Jailani (35). Warga Desa Bangeran Kecamatan Dukun Kabupaten Gresik ini tega mencabuli 4 santriwatinya.

Perbuatan biadab pria yang sudah memiliki 3 anak tersebut dilakukan pada santriwati bernama NF, NA, ZR, dan FN yang masih berusia 12 hingga 14 tahun saat malam hari.

Modusnya Husnun diam-diam menyelinap ke asrama putri Ponpes Darut Tauhid pada malam hari.

Di situ pelaku lalu mendekati salah satu korban yang sedang tertidur pulas. Tangan pelaku lalu bergerilya dengan meremas payudara korban sambil menggesek-gesekkan alat kelaminnya ke alat vital korban.

“Tindakan pelecehan seksual ini dilakukan pelaku pada tengah malam saat situasi ponpes sepi. Pelaku ini sudah 7 tahun mengajar di ponpes. Dari empat korban tersebut satu diantaranya telah disetubuhi oleh pelaku,”ungkap Kaur Bin Ops (KBO) Satreskrim Polres Gresik Iptu Suparmin didampingi Kanit Pidum Ipda Moh Dawud, Senin (12/3/2018).

Suparmin menjelaskan, pelaku sempat kabur ke Madura setelah mengetahui pihak keluarga korban melaporkan kasus pelecehan seksual ini ke polisi. Namun, pelaku akhirnya ditangkap polisi saat berada di sebuah musholah Perumahan Kota Baru Driyorejo (KBD) Gresik, pada 07 Maret 2018.

“Saat dilakukan penangkapan, pelaku tiba-tiba kabur dan terdeteksi berada di wilayah Madura. Setelah itu, persembunyian pelaku berpindah lokasi ke wilayah Driyorejo Gresik. Disitu pelaku kita temukan bersembunyi di sebuah musholah,” ujar Suparmin.

Mantan Kanit Reskrim Polsek Gresik ini menuturkan, dari hasil pemeriksaan pelaku diketahui telah mencabuli 4 anak di bawah umur yang merupakan santriwatinya sendiri selama 8 bulan.

“Kejadiannya sejak Juni 2017 sampai awal Januari 2018,” paparnya.

Karena terbukti melakukan perbuatan asusila, maka pelaku akan dijerat pasal 81 dan 82 UU no. 35 tentang Perlindungan Anak. Dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun penjara. “Ditambah denda maksimal 5 milyar,” imbuhnya.

Di hadapan wartawan, pelaku mengakui semua perbuatannya. Dia mengaku, aksinya dilakukan secara spontan saat santriwati tertidur. Total ada 9 santriwati yang menjadi korban. Namun, yang dicabuli pelaku hanya 4 santriwati.

“Saya suruh mereka untuk diam dan tidak usah berontak. Waktu dicari polisi saya pergi ke Madura dan mengajar ilmu agama di sana. Bukan berarti saya kabur,” aku Husnan penuh penyesalan. (khanif/m1)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*