Ini Cara Desa Lowayu Kembangkan Desa Berwawasan Pendidikan

Gresiknews.co – Status sebagai desa berwawasan pendidikan membuat Desa Lowayu Kecamatan Dukun, Kabupaten Gresik terus meningkatkan kegiatan dalam bidang pendidikan.

Sejak 2016 Desa Lowayu telah ditetapkan sebagai desa berwawasan pendidikan oleh Pemerintah Kabupaten Gresik. Desa yang terkenal dengan Wisata Banyu Biru ini merupakan desa kedua setelah Desa Sidomulyo, Kecamatan Sidayu.

Berbagai kegiatan pun diadakan untuk menunjang status tersebut. Salah satunya dengan menggadeng gerakan mahasiswa Lowayu (Gemawayu) untuk Expo Campus 2018 bertema ‘Menuju Kampus Impian’ di Balai Desa Lowayu, Minggu (21/1/2018).

Gemawayu tersebar di 35 kampus di Indonesia. Saat ini sudah memiliki anggota 150 orang.

Muh. Nurul Muhibbin (22), Ketua Gemawayu mengatakan, Expo Campus bertujuan mengenalkan dan memotivasi para siswa Lowayu yang ingin melanjutkan belajar ke perguruan tinggi.

“Kami berbagi pengalaman tentang dunia kampus serta cara memperoleh beasiswa. Biar anak-anak termotivasi untuk kuliah,” kata Mahasiswa UIN Sunan Ampel Surabaya ini.

Ketua Tim Desa Berwawasan Pendidikan Desa Lowayu Ahmad Misbahul Abidin menambahkan, pendidikan menjadi hal utama yang di prioritaskan dalam mengembangkan desa.

“Pendidikan bukan sekedar ruang untuk belajar mengajar saja. Tapi yang terpenting menerapkan nilai-nilai pendidikan ke dalam lingkungan keluarga,” ujarnya.

Menurut Misbah, sapaan akrabnya, penerapan pendidikan itu bisa berupa orang tua mendukung anaknya untuk kuliah. “Kami ingin tumbuhkan kesadaran ini di masyarakat,” kata pria yang juga Ketua Takmir Masjid Agung Gresik ini.

Selain Expo Campus, sehari-hari Pemdes Lowayu telah memberlakukan jam belajar mulai pukul 18.00-20.00 wib. Ada juga talk show dan dialog dengan mengundang lembaga pendidikan lain serta kegiatan madrasah lansia.

“Bentuk madrasah lansia berupa pendampingan praktek beribadah dan cara membaca Qur’an disela-sela waktu menjelang salat berjamaah di masjid,” jelasnya.

Sementara itu, Kades Desa Lowayu M. Yato menyatakan, tahun 2018 ini akan kembali menghidupkan mushola sebagai pusat belajar kelompok lansia. Total ada 28 mushola yang ada di desa kelahiran Bupati Gresik Sambari Halim Radianto ini.

“Saya harap akan ada sinergitas berbagai elemen masyarakat guna mengembangkan program desa berwawasan pendidikan,” tandas Yanto. (khanif/m1)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*