Cegah Cluster Covid-19, SD Mugeb dengan Terapkan Hybrid Learning

Gresiknews.co – Sebagai upaya pencegahan cluster covid-19 di sekolah saat Pertemuan Tatap Muka (PTM), SD Muhammadiyah 1 GKB (SD Mugeb), terapkan model pembelajaran Hybrid Learning, Jum’at (8/10/21).

Mochammad Nor Qomari, Kepala SD Mugeb, mengungkapkan bahwa solusi terbaik untuk pembelajaran saat ini yaitu model Hybrid Learning yang merupakan perpaduan pembelajaran daring dan luring.

Dia menjelaskan bahwa tujuan menggunakan model pembelajaran tersebut untuk memenuhi kebutuhan belajar siswa SD Mugeb, baik yang ada di sekolah maupun secara online.

“Kelebihan dari pembelajaran hybrid ini adalah kami bisa memfasilitasi kebutuhan belajar siswa dengan baik. Baik siswa yang di sekolah, maupun yang tidak bisa hadir ke sekolah,” katanya.

Dengan model pembelajaran ini, sambungnya, diharapkan dapat mencegah penyebaran covid-19.

Ari juga mengungkapkan bahwa model pembelajaran hybrid menuntut guru untuk terampil. “Hybrid menuntut guru untuk terampil meracik diri dengan berbagai macam media pembelajaran yg menyenangkan dan jenis kombinasi asesmen daring, sehingga siswa merasa betah belajar di rumah,” ungkapnya.

Dia juga menerangkan bahwa pembelajaran hybrid ini,  tidak hanya dilakukan saat proses belajar mata pelajaran saja, tetapi juga untuk kegiatan lainnya.

“Model Hybrid Learning, diterapkan pada semua kegiatan sekolah, contohnya dalam bidang pengembangan diri, seperti life skill, tahfidz, ekstrakurikuler dan lain-lain,” paparnya.

Bapak tiga anak itu menjelaskan, teknis pembelajaran hybrid SD Mugeb mengikuti regulasi pemerintah yakni 50% siswa hadir di sekolah.

“Siswa hadir 50% di sekolah dengan durasi waktu 3 jam pembelajaran, 50% mengikuti secara online,” jelasnya.

Dia juga menambahkan, bagi siswa yang tidak bisa mengikuti PTM atau zoom meeting di pagi hari,  bisa mengikuti zoom di malam hari dan bisa belajar mandiri melalui website sekolah.

Pembelajaran hybrid disambut dengan antusias oleh siswa SD Mugeb, diantaranya yaitu Qarshafa Al Zahliyah.

Safa, panggilannya, mengungkapkan sangat senang dengan model pembelajaran hybrid.
“Senang sakali karena bisa belajar dengan tatap muka sekaligus bisa melihat teman-teman melalui zoom meeting,” kata siswa kelas V itu. (Ik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *