Dinilai Lamban, DPRD Gresik Sidak Proyek Jalan di Desa Tanggulrejo

Gresiknews.co – Wakil Ketua DPRD Gresik dr. Asluchul Alif dan Wakil Ketua Komisi II DPRD Gresik Muhammad Syahrul Munir, Senin (9/12/2019) pagi, melakukan inspeksi mendadak (sidak) proyek peninggian jalan Betoyo-Dagang dan saluran air di Desa Tanggulrejo, Kecamatan Manyar,.

Hal ini dilakukan setelah banyak warga yang mengeluh terkait pengarapan proyek jalan sepanjang 900 meter dan menelan anggaran 9,3 miliar ini tak kunjung selesai. Turut saat sidak ini, Kepala Desa Tanggulrejo Abdul Karim Aly dan sejumlah warga.

Mereka mendatangi kantor kontraktor yang tak jauh dari lokasi proyek. Namun, koordinator proyek tak berada ke lokasi. Hanya ada beberapa pekerja.

Saat melihat-lihat hasil pengerjaan proyek, dr. Asluchul Alif dan Muhammad Syahrul Munir kesal lantaran ada pembangunan tanggul kali yang rusak. Padahal baru selesai dibuat.

“Ini diinjak saja sudah rusak. Padahal masih baru. Bagaimana bisa bertahan lama?,” kata dr. Alif, kepada salah satu pekerja.

Wakil Ketua DPRD Gresik dr. Asluchul Alif dan Wakil Ketua Komisi II DPRD Gresik Muhammad Syahrul Munir saat berbicara dengan salah satu perwakilan kontraktor.

Menurutnya, sidak ini sebagai respons cepat atas keluhan warga pada saat dirinya reses pada Sabtu (7/12) malam.

“Saya ingin menyelesaikan permasalahan warga dengan cepat. Sehingga hari ini (Senin) langsung sidak,” ucapnya.

Saat sidak, Ketua DPC Partai Gerindra Gresik ini juga menyoroti pengerjaan proyek yang lamban. Seperti belum adanya penutup selokan dan timbunan material di kali.

“Ada beberapa pengerjaan yang belum selesai dan ada pekerjaan yang menurut saya kurang bagus. Saya habis ini langsung akan menemui pihak PU (Dinas Pekerjaan Umum) untuk menanyakan hal ini,” tegas dr. Alif.

Seusai sidak, siangnya dr. Alif langsung menemui Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang, Gunawan Setijadi di Kantor Bupati Gresik.

“Saya kasih waktu pihak kontraktor 7 hari untuk menyelesaikan, karena kontraktor bilang 3 hari selesai,” terangnya.

Senada, Syahrul Munir menyatakan, ada indikasi proyek ini nanti tidak sesuai dari spesifikasi awal yang sudah direncanakan. Apalagi saat ini sudah memasuki musim penghujan.

“Ada informasi bahwa penutup drainase di depan rumah warga tidak ditutup secara keseluruhan,” ungkapnya.

“Jika itu sampai terjadi, maka ditakutkan akan berbahaya bagi keselamatan warga,” imbuh politisi muda PKB ini.  (fbr/m1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *