Dugaan Pemotongan Dana Kapitasi, Kejari Gresik Kembali Periksa Tiga Pegawai Dinkes

Gresiknews.co – Usai memeriksa sebanyak 64 orang saksi, yang terdiri dari kepala dan bendahara puskesmas, terkait kasus dugaan penyelewengan dana kapitasi BPJS oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Gresik.

Hari ini, Selasa (14/8/2018), Kejaksaan Negeri (Kejari) Gresik kembali memeriksa 3 orang pegawai Dinkes Gresik dengan jabatan Kasubag Keuangan dan Kabid.

“Mereka ditanyakan mengenai prosedur pencairan dana kapitasi di puskesmas sama potongannya,” ungkap Kepala Seksi (Kasi) Pidsus Kejari Gresik, Andrie Dwi Subianto.

Baca Juga: Diduga Potong Dana Kapitasi BPJS, Kantor Dinkes dan Rumah Kadinkes Digeledah Kejari Gresik

Lebih lanjut, Andrie menjelaskan, para saksi diperiksa selama kurang lebih 3 jam. “Ada 25 pertanyaan yang diajukan,” ucapnya.

Baca Juga: Dugaan Penyelewengan Dana BPJS di Dinkes Gresik, Kejagung Mulai Kloning BB

Kasus dugaan penyelewengan dana kapitasi BPJS ke puskesmas tahun 2016-2017, dengan kerugian sementara Rp. 500 juta itu, ditengarai dilakukan oknum Dinkes Gresik. Adapun modus yang dilakukan yakni dengan pemotongan dana 10 persen saat pencairan.

“Untuk Kepala Dinas Kesehatan akan diperiksa hari Kamis (16/8). Saya yakin beliau akan kooperatif. Jadi wacana penjemputan paksa masih belum ada,” tandas Andrie.

Baca Juga: Sebanyak 12 Kepala dan Bendahara Puskesmas di Periksa Kejari Gresik

Delapan hari sebelumnya, Senin (6/8), Tim Satuan Khusus Pemberantasan Korupsi Kejari Gresik melakukan penggeledahan di Kantor Dinkes Kabupaten Gresik dan di rumah Kepala Dinkes Moh. Nurul Dholam, Jalan Raya Manyar Desa Sukomulyo, Kecamatan Manyar. (Khanif/m1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *