Dulu Mengaku dari Surabaya, Sekarang Bangga Jadi Warga Gresik


Gresiknews.co – Gresik adalah kabupaten kecil di sebelah barat Surabaya. Keberadaannya seringkali tidak diketahui banyak orang, kecuali merk semen dan pupuk. Hal itu membuat remaja Gresik kebanyakan lebih sering mengaku dari Surabaya ketika ditanya asal daerah mereka. Tidak ada alasan yang pasti mengenai hal ini. Bella Nadya Inneke, termasuk salah satunya. Perempuan yang lahir 16 Juni 1997 ini mengaku ternyata Gresik memiliki banyak potensi luar biasa. “Dulu pas masih SMP, sering ngaku anak Surabaya. Karena hampir nggak tahu apa aja yang ada di Gresik,” jelasnya. Informasi mengenai tempat wisata dan kegiatan di kota pudak memang tidak gampang dicari. Baru ketika era digital dan media sosial, perkembangan informasi lebih muda diakses oleh banyak kalangan. “Sekarang ini, cita-citaku cuma mau mengenalkan Gresik ke orang-orang, terutama pada teman-teman sendiri,” sambungnya.

Menurut Bella, Gresik memang seolah tidak memiliki apa-apa. Sebab segala potensi tentang wisata, budaya, dan keindahan lain yang dimiliki Gresik masih banyak yang belum digali. “Gresik tidak hanya berada di pusat kota. Banyak potensi kebudayaan luar biasa yang berada di pinggiran,” jelas perempuan yang hobi bermain piano ini. Gagal masuk menjadi salah satu duta wisata kabupaten Gresik tidak menghalangi niat Bella untuk terus mengenalkan potensi kota pudak. Baginya, mempromosikan dan mengenalkan kota asalnya adalah wujud kebanggaan dan kecintaannya sebagai warga Gresik. Saat ini Bella sedang berkuliah di Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya, semester 3. Anak kedua dari dua bersaudara ini juga menyukai bulu tangkis. Tercatat ada 5 piala yang dimiliki oleh Bella. Salah satunya piala yang ia dapat dari Juara 2 gelaran OS2N tingkat Kabupaten ketika dirinya masih duduk di bangku kelas 11 SMA.

“Gresik Tak Kan Terganti,” kata Bella Nadya, ketika ditanya oleh reporter gresiknews.co untuk menggambarkan Gresik. Kecakapannya dalam berbicara, menjadi alasan untuk lebih mengasahnya di bangku kuliah. Banyak hal yang ia rencanakan untuk mengenalkan Gresik. “Bisa melalui foto, video, pokoknya visual dan nanti dibagikan kemana-mana,” tuturnya. Gresik memerlukan database potensi yang dimiliki. Selama ini banyak potensi yang tak terdaftar. Hal itu bisa dilakukan oleh siapapun, tidak harus pemerintah. Tapi tetap harus mudah diakses oleh masyarakat luas. Agar nantinya tidak ada lagi kesenjangan informasi. Perempuan yang ingin membuka bisnis Cafe ini berharap agar bisa terus belajar tentang budaya Gresik yang belum ia ketahui. “Kebanggaan harus dibangun. Dan itu bisa diawali dari diri sendiri.” tutupnya.
Penulis: Irfan Akbar Prawiro
Editor: Muhammad Irwan

2 Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*