Gandeng Unusa, SMANU 2 Gresik Buka Perpustakaan Digital

Gresiknews.co – Siswa-siswi SMANU 2 Gresik kini tak perlu kesulitan mencari sumber bacaan berkualitas dan gratis.

Pasalnya sekolah yang terletak di Jl. Akim Kayat 7 No.49, Karangpoh, Kec. Gresik, Kabupaten Gresik itu, bekerjasama dengan Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) untuk mengadopsi perpustakaan digital bernama Serbuk (Share Book).

Serbuk sendiri adalah perpustaan digital berbasis aplikasi yang bisa diakses dengan handphone. Tak hanya untuk membaca buku, Serbuk juga bisa digunakan untuk mengupload karya.

Ketua LPPM V Unusa, Nasori mengatakan, meskipun Serbuk belum genap setahun di launching, namun banyak sekolah yang mengadopsi aplikasi ini untuk digunakan sebagai perpustakaan berbasis digital.

“Ini hasil karya mahasiswa kami, yang sudah banyak diadopsi oleh sekolah di sekitar Surabaya dan Gresik,” ucap Nasori usai Memorandum of Understanding (MoU) dengan SMANU 2 Gresik, Rabu (24/4/2019).

Lebih lanjut, Nasori mengungkapkan, untuk bisa membaca buku digital caranya mudah, tahap pertama siswa mengakses website perpustakaan digital sekolah. Kemudian, siswa memasukkan identitas serta password serta masuk dalam jaringan Wi-Fi sekolah.

Ia mengatakan sudah ada tiga sekolah di Kota Pudak yang menggunakan Serbuk sebagai perpustakaan digital.

“Semoga ini bisa menjadi rujukan perpustakaan di era digital saat ini,” ucapnya.

Salah satu siswa SMANU 2 Gresik Zaki Fardiansyah mengaku, peluncuran perpustakaan digital ini semakin memudahkan dirinya untuk mencari informasi dan pelajaran di dalam buku digital.

“Tinggal klik langsung bisa mendapatkan buku. Selain buku pelajaran berbentuk E-Book disini juga lengkap dan berbagai macam buku tersedia. Sehingga tak harus ke perpustakaan untuk meminjam buku,” katanya.

Zaki membeberkan, dia membandingkan menggunakan buku cetakan dengan digital. Dia menilai, buku digital lebih mudah dipahami dan juga mudah didapatkan.

Kalau dulu dikatakan dia, untuk meminjam buku dan dibawa pulang, siswa harus ke perpustakaan sekolah terlebih dahulu. Setelah dipinjam satu minggu, baru dikembalikan lagi ke sekolah.

“Kalau pakai ini, usai mengunduh, kamudian bisa dibaca di rumah lewat Hp maupun laptop. Karena sudah di unduh, bisa dibaca kapan saja tanpa memakai jaringan internet,” pungkasnya. (Khanif/m1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *