Harlah Nurul Islam, Cak Nun Kiai Kanjeng Sinau Bareng Ribuan Warga Kota Santri

Gresiknews.co – Semangat Cak Nun dan Kiai Kanjeng mengajak masyarakat ‘Sinau Bareng’ benar-benar tak pernah padam. Cak Nun sapaan akrab Emha Ainun Najib ini kian istiqomah menyapa masyarakat hingga pelosok negeri sampai ke manca negara.

Kali ini, Cak Nun bersama rombongan Kiai Kanjeng kembali hadir di kota santri Gresik dalam rangka Harlah Lembaga Pendidikan Nurul Islam, Desa Pongangan Kecamatan Manyar. Lembaga pendidikan Nurul Islam ini memiliki tiga sekolah, yaitu Madrasah Ibtidaiyah yang kali ini ultah ke-63, MTs ultah ke-22, dan SMK ultah ke-2.

Untuk itu, sebagai wujud rasa syukur, Lembaga Pendidikan Nurul Islam mengadakan kegiatan “Sinau Bareng Cak Nun & Kiai Kanjeng” di Lapangan Pongangan, Manyar, Gresik, Kamis (8/12/2016) kemarin. Sebelumnya Cak Nun juga pernah Sinau Bareng di Desa Lowayu Dukun, Lapangan Kesamben Driyorejo dan halaman kantor DPRD Kabupaten Gresik.

Tak ketinggalan bahkan sudah menjadi tradisi, setiap Cak Nun ke Gresik, pelaksanaan kegiatan Sinau Bareng Cak Nun dan Kiai Kanjeng selalu mendapat dukungan penuh dari H Saiful Arif (Kaji Ipong) selaku Owner PT Hidup Sejahtera Sentosa (HSS) dan Rumah Sakit Fathma Medika serta Fathma Tour Amanah milik dr Asluchul Alif Maslichan (dr Alif) yang tak lain adalah adik kandung Kaji Ipong.

Menariknya, meski Cak Nun sudah beberapa kali datang ke Gresik, namun acara Sinau Bareng Cak Nun & Kiai Kanjeng yang dihelat di lapangan Desa Pongangan Manyar tetap menyedot ribuan orang dari berbagai daerah dengan latar belakang yang berbeda-beda. Bahkan, seperti biasa, ribuan jamaah pun berebut mendekat untuk bersalaman dengan Cak Nun.

Situasi tersebut kadang bagi Cak Nun menimbulkan beban tersendiri di kedalaman hatinya, yaitu rasa pekewuh dan malu kepada Kanjeng Nabi. Dikerubungi orang begitu rupa. Untuk itulah, setelah mengungkapkan rasa pekewuh itu, para jamaah diajak untuk terawal kalinya sebelum acara masuk ke muatan tematik yang dimaksudkan, untuk bersama-sama melantunkan shalawat Nariyah. Ini sekaligus doa dan upaya meyakinkan jamaah bahwa yang kuat bukan pemerintah atau negara, melainkan rakyat.

Dalam kesempatan Sinau Bareng dalah rangka Harlah Nurul Islam, ada tema khusus yang mereka ingin Cak Nun turut memberikan pemahaman, yaitu kondisi para guru saat berhadapan dengan siswanya. Sebab, akhir-akhir ini jia guru sedikit tegas akan dianggap melakukan kekerasan, melanggar HAM, dan bukan tidak mungkin dilaporkan ke polisi oleh orang tua atau wali murid.

Akibatnya, guru menghadapi dilema dan tidak punya perlindungan hukum. Maksud hati agar anak-anak disiplin, baik, dan bisa turut menciptakan suasana belajar yang kondusif, tetapi malah dianggap melakukan kekerasan.

Dalam kesempatan itu, Cak Nun banyak mengulas seputar nasionalisme, kebangsan dan prinsip dasar bernegara. “Lembaga Nurul Islam harus menghasilkan insan-insan cendekia berbasis pada sila kedua Pancasila yaitu manusia-manusia yang adil dan beradab, dengan tetap berporos pada sila pertama,” kata Cak Nun dan seperti biasanya meski berjam-jam namun ribuan jamaah tetap tak beranjak menyimak Sinau Bareng Cak Nun serta menikmati alunan gamelan Kiai Kanjeng. (didik hendri/febri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *