Jambore Petani Muda Petrokimia Gresik Sasar Generasi Milenial

Gresiknews.co – Jambore Petani Muda kembali di gelar PT Petrokimia Gresik. Kegiatan sebagai upaya regenerasi petani dan dukungan terhadap sektor agroindustri di Indonesia tersebut menyasar generasi milenial.

Jambore ini merupakan kelanjutan dari jambone nasional Pelatihan Anak Tani Remaja (PATRA), yang pertama kali digelar pada tahun 2014, sebelum akhimya berganti nama menjadi Jambore Petani Muda pada tahun 2017.

Peserta jambore pada tahun ini terdiri dari 42 pelajar dan 21 guru pendamping (total 63 peserta) dari 21 SMK Pertanian di berbagai daerah.

Direktur Utama PG Nugroho Christijanto menyatakan, bahwa perusahaan memiliki komitmen dan arah kebijakan yang berorientasi pada agroindustri dan pertanian masa depan. Keberhasilan sektor agroindustri dan pertanian Indonesia pada ummmya sangat bergantung pada peran generasi muda Indonesia.

“Tujuan kami untuk memberikan inspirasi sedini mungkin kepada generasi muda, bahwa sektor pertanian adalah sektor yang sangat prospektif dan tak kalah menarik dengan sektor lainnya,” ujar Nugroho usai membuka acara Jambore Petani Muda II selama 3 hari (19-21 Juli 2018) di Wisma Kebomas, Gresik, Kamis (19/7/2018).

Bendasarkan data Sensus Pertanian 2013, lanjut Nugroho, jumlah rumah tangga petani (20% dan 79,5 juta menjadi 63,6 juta atau turun 15,6 juta rumah tangga. Hal ini kemudian diperparah lagi dengan kondisi bahwa 61% petani Indonesia telah berusia Iebih dari 45 tahun.

Beberapa faktor yang menyebabkan pertanian tak menarik bagi generasi muda adalah karena tingkat pendapatan yang rendah. Menurut Badan Pusat Statistik (BPS). Rata-rata pendapatan rumah tangga petani hanya Rp14 juta/tahun. Hal ini diantaranya disebabkan oleh panjangnya rantai tata niaga pertanian, rendahnya tingkat pendidikan, serta faktor usia yang menyebabkan rendahnya pemanfaatan teknologi pertanian.

Nugroho berpendapat bahwa selain upaya untuk meningkatkan akses dan kepemilikm lahan. pemanfaatan sarana dan prasarana. serta kepastian pendapatan dan kebijakan harga yang baik untuk kesejahteraan petani, hal lain yang tak kalah penting adalah melangsang minat generasi muda untuk mau terjun dan berprofesi sebagai petani sukses.

“Kami berharap alumni Jambore Petani Muda II bisa menjadi pemecah masalah pertanian di daerahnya,” pungkas Nugroho. (Khanif/m1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *