Kampung Kerupuk di Gresik ini Mampu Produksi Puluhan Ribu Kerupuk Tiap Hari

Gresiknews.co – Kampung kerupuk barangkali layak disematkan untuk Dusun Nyanyat Desa Bulurejo, Kecamatan Benjeng, Gresik. Betapa tidak, di tempat ini ada sekitar 17 perusahaan kerupuk yang berdiri.

Kerupuk memang menjadi salah satu sajian tambahan penyempurna saat menikmati makanan. Sehingga tak heran jika banyak penikmat kuliner selalu mencarinya.

Berdasarkan cerita masyarakat, usaha kerupuk sudah ditekuni seorang warga Dusun Nyanyat bernama Sabikin sekitar tahun 1960-an. Usaha dari olahan tepung terigu dan bawang putih tersebut ternyata sukses.

Hal ini membuat warga sekitar tertarik untuk juga bergelut dalam usaha kerupuk. Usaha kerupuk pun terus berkembang dan diwariskan secara turun-temurun. Jadilah dusun Nyanyat mulai dikenal sebagai kampung kerupuk.

Sukadi, salah satu pengrajin kerupuk, mengatakan, bahwa dalam sehari dirinya dibantu tujuh pegawainya mampu memproduksi puluhan ribu kerupuk, mulai dari jenis kerupuk Bandung (uker) yang berwarna putih, kerupuk mei, kerupuk rambak, kerupuk puli hingga kerupuk mawar.

“Paling laris ya kerupuk Bandung atau uker. Per harinya rata-rata saya memproduksi sampai 60 ribu kerupuk jenis ini,” kata pemilik kerupuk Rio Jaya ini, Minggu (13/5/2018).

Bapak dua anak ini menjelaskan, dibanding dengan varian lain, kerupuk uker yang paling banyak diproduksi. Sedangkan untuk kerupuk mie dan kerupuk rambak tiap hari masing-masing produksinya sekitar lima ribu kerupuk. Jenis kerupuk Mawar merupakan jenis kerupuk yang paling sedikit diproduksi.

“Kerupuk Mawar yang pasarnya kurang bagus. Hal itu dikarenakan kerupuk Mawar karakternya kurang mekar jika digoreng, sehingga ukurannya terlihat lebih kecil,” jelas Sukadi.

Untuk memasarkan kerupuk hasil produksinya, Sukandi didukung 30 orang yang siap mendistribusikan kerupuk ke hampir semua wilayah di Gresik dan sebagian wilayah Surabaya, Sidoarjo dan Lamongan. (Khanif/m1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *