KEE Mangrove Ujungpangkah Jadi Jalur Migrasi Burung Asal Australia

Gresiknews.co – Selain kaya akan tanaman mangrove, wilayah di kawasan pesisir Ujungpangkah seperti di Desa Banyuurip, Pangkahkulon dan Pangkahwetan juga kaya akan berbagai jenis satwa burung dengan jenis mencapai ratusan. Bahkan, di wilayah pesisir Kabupaten Gresik utara ini menjadi jalur migrasi burung-burung dari Asia Timur Australia. Salah satunya Pelikan Kacamata.

Guna menjaga potensi keanekaragaman hayati populasi burung air tetap lestari, Gubenur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menetapkannya menjadi wilayah Kawasan Ekosistem Esensial atau KEE Mangrove Ujungpangkah. Disatu sisi lain, juga diharapkan mampu menjadi ekowisata minat khusus.

Pegiat lingkungan LSM Arupa (Aliansi Relawan Penyelamatan Alam), Krisna Yulianta mengatakan, potensi tersebut dapat dikembangkan menjadi salah satu produk ekowisata minat khusus berkelanjutan. Selain itu, dikembangkan beberapa destinasi wisata susur mangrove.

“Kita menemukan berbagai jenis burung air, yang mana pada bulan tertentu akan berimigrasi dari Australia ke kawasan Ujungpangkah. Ini sangat berpotensi dijadikan ekowisata,” kata Krisna, Senin (15/3/2021).

Potensi sumber daya alam di area KEE Mangrove Ujungpangkah dapat menjadi daya tarik bagi aktivitas pariwisata alam. Keanekaragaman jenis mangrove yang saat ini banyak dikembangkan sebagai daya tarik wisata alam bisa ditemukan.

“Namun demikian potensi tersebut belum dikelola secara maksimal baik oleh kelompom masyarakat yang ada di sekitar kawasan tersebut sebgai lokasi wisata alam khusus,” terangnya.

Untuk peningkatan efektivitas pengembangan ekowisata, diungkapkan Krisna pihaknya bekerjasama dengan Ejef (East Java Ecotourism Forum) serta dukungan USAID–BIJAK melakukan pendampingan untuk penyusunan rencana bisnis ekowisata.

Krisna mengatakan, dirinya mengundang seluruh elemen masyarakat mulai dari kades, pokmaswas, kelompok nelayan, karangtaruna serta istri nelayan untuk diajak bersama-sama melestarikan hayati di KEE Mangrove Ujungpangkah.

“Bertempat di Pendopo Kecamatan Ujungpangkah kita undang semua, potensi ini harus kita perhatikan bersma dan kita jaga. Untuk tahap awal kita akan lakukan pendampingan untuk rencana bisnis ekowisata ke depan,” ujarnya.

Sementara, Plt Camat Ujungpangkah, Fattah Hadi yang hadir bersama tiga kepala desa beserta sejumlah elemen kelompok masyarakat di wilayah KEE Mangrove sepakat dengan pengembangan potensi keanekaragaman hayati utamanya aneka burung air.

Wilayah Ujungpangkah, kata Fattah letak geografis berada dan berbatasan langsung dengan pantai utara Jawa. Maka dari itu, semua pihak harus menjaga alam dengan segala potensinya

“Daerah kita pantai basah, tentunya masyarakat harus merawat pantai. Ini dilakukan agar tanaman mangrove serta makhluk hidup hayati bisa hidup, sehingga nantinya berdampak bagus bagi kehidupan dan ekonomi masyarakat,” harapnya. (Ik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *