Kematian Sersan Mayor (Purn) Sumardi di Gudang IBC Masih Sisakan Misteri

Gresiknews.co – Kematian Sersan Mayor (purnawirawan) Sumardi (54) di gudang rumah makan Ikan Bakar Cianjur (IBC) Jl Veteran, Gresik. Rabu (28/9/22) malam masih menimbulkan misteri. Ada dugaan ia meninggal karena dibunuh.

Pasalnya, meski aparat kepolisian menyatakan bahwa Sumardi tewas lantaran bunuh diri, namun ada hal yang tidak lazim karena jika ia bunuh diri menggunakan selang sebesar ibu jari tentu akan sulit, maka selang sifatnya elastis sehingga kemungkinanya selang berwarna biru laut itu tidak akan mampu menahan beban fisik Sumardi yang ukuran tubuhnya cukup besar.

Selain itu, bunuh diri dengan tali selang sebesar ibu jari itu sangat kecil Sumardi bisa langsung tewas dengan posisi menggantung. Selain tali selang tidak akan kuat menahan berat badan Sumardi, selang yang nampak melilit dileher mantan penerjun itu tidak terlihat melar akibat kena beban berat. Sedangkan lehernya nampak membekas melingkar diduga akibat gesekan benda keras.

Menurut sejumlah sumber, sebelum pria yang akrab dipanggil Ambon ini tewas, ia mengaku kepada teman akrabnya berinisial UG bahwa dia pernah mendapat ancaman hendak dibunuh dari saudara wanita kenalan Ambon berinisial TW melalui pesan Whatsapp. Hanya saja kabarnya sampai hari ini hand phone milik Ambon belum ditemukan.

“Almarhum punya teman wanita. Wanita ini aslinya orang Kalimantan tetapi bernukim di Gresik. Sebelum meninggal almarhum pernah bercerita kepada teman akrabnya dia sedang diancam seseorang yang mengaku sebagai kakak TW. Polisi harusnya mengembangkan penyelidikannya. Sebab ini sangat tidak wajar,” ungkap Ali Kasan teman almarhum saat masih berdinas di Kodim 0817 yang mengaku melihat langsung jenazah Ambon.

Ali juga menceritakan, saat ganti sift pukul 06.00 pagi, teman pengganti jaga Ambon datang. Dia mengaku kepada Ali hanya melihat lampu masih nyala. Sepeda milik Ambon terparkir di joglo rumah makan. Tetapi Ambon tidak terlihat. Padahal temanya ini hendak masuk kantor untuk absen. Sayangnya kuncinya masih dibawa Ambon sehingga tidak mungkin bisa masuk. Pikirnya, daripada hanya bingung menunggu, teman kerja Ambon ini hendak membersihkan lantai.

Saat akan mengambil kain pembersih lantai yang posisinya berdekatan dengan gudang, terlihat kakinya Ambon didalam Gudang. Lalu dihampirinya, ternyata Ambon kondisinya sudah tak bernyawa dengan leher terlilit selang berwarna biru tubub tersandar didinding gudang.

“Atap gudang tinggi. Kalau menggantung setinggi itu saya rasa tidak mungkin,” ungkap Ali.

Sementara, Kasatreskrim Polres Gresik Iptu Wahyu Rizki Saputro menyatakan, bahwa korban meninggal bukan dugaan korban pembunuhan.

“Bukan bang. Hasil visum mati (meninggal) lemas akibat jeratan di leher,” katanya.

Untuk diketahui, demi keberlangsungan hidup keluarga, setelah memasuki masa pensiun umur 53 tahun sebagai anggota TNI di Kodim 0817 Gresik, Sersan Mayor (purnawirawan) Sumardi (Ambon) berkerja sebagai penjaga malam di rumah makan Ikan Bakar Cianjur (IBC) Jl Veteran Gresik.

Ia pernah dua kali mendapat penghargaan Satya Lencana Seroja, Satya Lencana Nararia dari presiden Soeharto dan tanda jasa Bantalah.

Mantan penerjun dari Lintas Udara (Linud) 501 Madiun kelahiran Kabupaten Bojonegoro tahun 1968 itu juga pernah menerima Tanda jasa kesetiaan 8 th, kesetiaan 16 tahun, kesetiaan 32 tahun, tanda jasa Setya Lencana Nararia tidak pernah melakukan pelanggaran. Ia juga menerima Setya Lencana Seroja setelah bertugas di Timur Timur selama 2 tahun. (hn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *