Kembalikan Formulir di PDIP, Tujuh Bacabup-Bacawabup Keluhkan Adanya Ketimpangan di Gresik Selatan

Gresiknews.co – Sebanyak tujuh bakal calon bupati (Bacabup) dan bakal calon wakil bupati (Bacawabup) mengembalikan formulir pendaftaran di Kantor DPC PDIP Gresik, Jl. Jaksa Agung Suprapto, Sabtu (14/9/2019).

Tujuh orang tersebut yakni Kades Sidowungu Kecamatan Menganti M. Sukoiri, mantan anggota DPRD Gresik asal PKB Ruspandi Sunaryo, Ketua Bara JP dan Barkod Gresik Rachmad Rofik, mantan Kepala Dinas Penanaman Modal dan PTSP Gresik Agus Mualif, dr. Anis Ambiyo Putri, mantan Ketua DPRD Gresik Ahmad Nadir, dan Pengusaha Tri Putro Utomo.

Dokter Anis Ambiyo Putri menjadi satu-satunya perempuan yang mendaftar. Dirinya mengaku terpanggil ikut untuk menjadi Cawabup lantaran merasa ada ketimpangan antara Gresik wilayah utara dan selatan.

“Saya maju karena masih ada ketimpangan antara wilayah Gresik utara dan selatan. Baik dari segi pendidikan, pembangunan maupun kesehatan,” kata dr. Anis.

Dirinya mencontohkan, dari segi kesehatan Gresik utara atau kota punya RS Ibnu Sina. Berbeda dengan warga Gresik selatan yang tidak memiliki rumah sakit rujukan.

“Kalau berobat harus ke kabupaten tetangga seperti Mojokerto dan Sidoarjo, karena ke Ibnu Sina membutuhkan waktu berjam-jam,” ungkap bendahara Fatayat MWC NU Wringinanom ini.

“Ketimpangan itu sangat nyata. Saya akan perjuangkan pemerataan pembangunan ini jika nanti menjadi wakil bupati,”imbuhnya.

Hal berbeda dilakukan tim pendukung Tri Putro Utomo. Sebelum mengembalikan formulir pendaftaran di DPC PDIP Gresik. Puluhan pendukungnya melakukan ziarah ke Makam Sunan Giri.

“Tadi ziarah dulu. Lalu bersama menuju kesini (Kantor PDIP Gresik),” ujar Wiwid, salah satu pendukung.

Wiwid menjelaskan, bahwa Tri Putro Utomo tidak dapat ikut karena masih berada di Jakarta. Namun, pemilik beberapa pom bensin tersebut siap berada diposisi bupati maupun wakil bupati.

“Beliau (Tri) ingin membawa gerakan restorasi kawan-kawan Gresik selatan. Intinya ingin menyesejahterakan wilayah selatan. Sehingga ada perubahan,” terangnya.

Sementara Ketua DPC PDIP Gresik, Mujid Riduan menyatakan, partainya telah membangun komunikasi dengan sejumlah partai politik untuk membangun koalisi pada Pilbup Gresik. Hal ini lantaran 6 kursi PDIP tak cukup untuk maju karena persyaratan 20 persen atau 10 kursi.

“Soal koalisi sudah kami serahkan ke DPP. Termasuk DPP akan survei 2 kali sebelum keluarkan rekom,” ucapnya

DPC PDIP Gresik masih membuka peluang pengembalian formulir hingga besok, Minggu (15/9). (Khanif/m1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *