Ketua Komisi II Tuding Disbudpar Gresik ‘Mlempem’, Tidak Seperti Bandung

Gresiknews.co – Giat Studi Banding Pariwisata ke Bandung yang digelar DPRD Gresik dan KWG (Komunitas Wartawan Gresik) ternyata menyisakan kekecewaan tersendiri bagi Ketua Komisi II Sholahudin Sahal. Betapa tidak, kegiatan yang digadang-gadang mampu mendongkrak PAD (Pendapatan Asli Daerah) dari sektor pariwisata ini, ternyata tidak diikuti oleh satu pun pejabat Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Gresik.

“Kalaupun Kepala Disbudpar Mighfar Syukur tidak bisa ikut, mestinya mengutus pejabat lainnya untuk turut dalam kegiatan studi banding ke kota Bandung. Sebab, kegiatan ini semata-mata bertujuan untuk mempelajari tata kelola pariwisata yang sebenarnya menjadi tanggung jawab Disbudpar Gresik. Makanya, saya benar-benar kecewa dengan Disbudpar Kabupaten Gresik,” tegas Sholahudin Sahal yang akrab disapa Mas Udin dengan nada berapi-api saat berdiskusi dengan Disbudpar Bandung, KWG, dan sejumlah anggota DPRD Gresik di gedung Bandung Creative Hub (BCH), Jalan Sukabumi, Sabtu (10/3) lalu.

Menurut Ketua Komisi II yang membidangi masalah pendapatan dan keuangan ini, Disbudpar Gresik benar-benar ‘mlempem’ dan tidak becus dalam mengelola berbagai obyek pariwisata yang ada di Kabupaten Gresik. Lebih parah lagi,

Disbudpar terkesan tak serius dan sama sekali tidak menghargai upaya DPRD beserta KWG dalam mengembangkan obyek pariwisata di Kabupaten Gresik guna mendongkrak PAD.

“Mestinya Kadisbudpar dan seluruh jajarannya mendukung penuh kegiatan ini, bukan malah menghindar dan acuh tak acuh,” semprot politisi muda yang kariernya moncer di PKB ini dengan ekspresi penuh kekecewaan.

Usai melampiaskan rasa jengkelnya terhadap Disbudpar Gresik, wakil rakyat yang akan kembali maju di Pilihan legislatif (Pileg) 2019 Dapil 7 (Manyar, Bungah, Sidayu) ini mengakui dan salut dengan kota Bandung yang mampu menjadikan objek pariwisata sebagai penyumbang PAD yang cukup besar.

“Agar bisa seperti Bandung, Pemkab Gresik harus menata infrastruktur (sarana) pendukung objek wisata di Kabupaten Gresik. Mulai sarana kamar kecil, tempat parkir, dan sarana pendukung lain seperti hotel dan penginapan untuk para wisatawan,” beber alumni Ponpes Denanyar Jombang ini penuh semangat.

Untuk diketahui, DPRD Gresik bersinergi dengan Komunitas Wartawan Gresik(KWG) melakukan studi banding di Kota Bandung, Sabtu(10/3/2018) lalu. Studi banding bertujuan untuk mempelajari tata kelola pariwisata sebagai sumber Pendapatan Asli Daerah(PAD). Studi banding ini  diikuti oleh Ketua DPRD Gresik H.Abdul Hamid, Wakil Ketua DPRD Gresik Moh.Syafi’ Am, Ketua Komisi II Solahudin dan sejumlah pimpinan serta anggota komisi.

Kunjungan rombongan DPRD Gresik dan Komunitas Wartawan Gresik  ditemui oleh Kepala Seksi Destinasi Pariwisata Dinas Kebudayaan dan Pariwisata(Disbudpar) Kota Bandung Sri Susiagawati dan Seksi Pemberdayaan Masyarakat Disbudpar Kota Bandung Ari Astutik PR di gedung Bandung Creative Hub(BCH) di Jalan Sukabumi.

Sri  Susiagawati dalam paparannya menyatakan, pariwisata di Kota Bandung sudah tertata, baik tempat maupun regulasinya. Untuk pengelolaan wisata, Kota Bandung sudah memiliki Rencana Induk pembangunan pariwisata (Riparda)  dan peraturan daerah (Perda) Nomor 7 Tahun 2012, tentang  Penyelenggaraan  Kepariwisataan.  “Dengan regulasi tersebut kami mengelola objek wisata,” ujar Sri Susiagawati.

Menurut pejabat berpenampilan menarik dan enerjik ini, Pemerintah Kota Bandung dalam pembangunan objek  pariwisata tidak bisa terlalu mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah(APBD). Sebab,  kekuatan keuangan APBD tidak cukup karena banyak kegiatan atau program yang perlu didanai. Karena itu, pemerintah Kota Bandung melakukan sejumlah terobosan untuk mengembangkan dan mengelola objek wisata.

“Selain bersinergi dengan pemerintah pusat, Pemkot Bandung juga menggandeng pihak III. Tak kalah penting, suksesnya pengelolaan objek wisata di Kota Bandung juga tak lepas dari sinergitas Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait mulai Disbudpar yang mengurus pariwisata, Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) yang mengurus infrastruktur jalan, Dinas Kesehatan (Dinkes) yang menangani kesehatan para pengunjung dan OPD terkait lain,” terang pejabat berparas cantik yang pernah bergelut di dunia jurnalis ini.

Sementara Ketua DPRD Gresik H.Abdul Hamid menyatakan, studi banding ke Bandung dengan materi pengelolaan objek wisata sebagai sumber PAD, karena Kota Bandung dinilai sukses dalam pengelolaan objek wisata.” Objek wisata di Bandung kebanyakan berupa pegunungan, sementara daerah kami, Gresik berupa pesisir. Jadi secara geografis tak sama. Namun, dari segi objek pendapatan sama, yakni dari sektor pariwisata. Makanya, kami perlu belajar ke Bandung karena sudah tertata bagus dan berhasil menyumbang PAD sebesar Rp 1 triliun,” jelas ketua dewan yang dikenal ramah dan baik hati ini.  (didik hendri/adv)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*