Kiai Thoyyib; Desa Pulopancikan Bisa Jadi Contoh Desa Islam Rahmatan Lil Alamin

Gresiknews.co – Tingginya rasa toleransi di Desa Pulopancikan, Kecamatan/Kabupaten Gresik bisa menjadi contoh bagi desa lainnya.

Desa Pulopancikan memiliki masyarakat yang multietnis, baik dari suku Arab, China, Jawa, Madura dan lain-lain. Namun mereka bisa hidup berdampingan dan saling bertoleransi antar sesama.

Hal tersebut disampaikan KH. Ahmad Thoyyib Mas’udi dalam desertasinya berjudul ‘Penetrasi Pendidikan Islam pada Budaya dan Agama Masyarakat di Desa Pulopancikan Gresik’ di Unisma Malang.

“Sebutan Islam sebagai rahmatal lil’alamin memang sebuah kenyataan bahwa pendidikan Islam bisa mengayomi masyarakat multietnis yang ada di Desa Pulopancikan,” ujarnya, Selasa (12/2/2019).

Rois syuriah MWC NU Dukun itu mencontohkan, ketika ada kegiatan Peringatan Hari Besar Islam (PHBI). Maka panitianya berasal dari semua etnis yang ada. Begitu sebaliknya, jika ada momen keagamaan lain warga akan kompak dan saling mendukung.

“Ini bisa kita jadikan contoh,” tutur pria yang akrab disapa Kiai Thoyyib, usia ujian terbuka promosi Doktor Program Doktor Pendidikan Agama Islam Multikultural di Unisma Malang, Senin (11/2).

Meskipun sudah bergelar doctor, Kiai Thoyyib mengaku masih aktif dalam kegiatan NU, “Saya ini masih tetap ngramut NU, karena di NU inilah keberkahan dan hidup semakin nyaman,” pungkasnya. (Syafik hoo/m1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *