Kiat Sukses Kendali Mutu Kendali Biaya BPJS Kesehatan Gresik

Gresiknews.co, – Tim Kendali Mutu dan Kendali Biaya (TKMKB) merupakan ujung tombak dalam upaya kendali mutu dan biaya Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS). Hal tersebut dikarenakan melalui TKMKB seluruh stakeholder dalam program JKN-KIS dapat memastikan mutu pelayanan kesehatan bagi peserta JKN-KIS berjalan dengan baik di Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL). Oleh karena hal tersebut, BPJS Kesehatan Cabang Gresik mengundang perwakilan TKMKB seluruh rumah sakit yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan Cabang Gresik di aula pertemuan Dinas Kesehatan Gresik, Kamis (08/11).

Dalam kegiatan tersebut BPJS Kesehatan mengundang Kepala Bidang Pendidikan dan Pelatihan (DIKLAT) RSUD Dr. Soetomo Erwin Astha Triyono sebagai pembicara. Dalam kesempatan tersebut Erwin mencoba membagikan pengalamannya terkait kendali mutu dan kendali biaya yang ia lakukan di Soetomo. Menurut Doktor lulusan Universitas Airlangga (UNAIR) tersebut, mutu pelayanan kesehatan tidak dapat di link-an dengan dengan biaya. Karena menurutnya, biaya yang mahal belum tentu menghasilkan mutu yang baik dan juga sebaliknya. Oleh karena itu dirinya menegaskan bahwa dalam era JKN-KIS seperti sekarang, tenaga medis wajib mempunyai inovasi.

“Dengan adanya inovasi, mutu yang baik tidak akan selalu didapat dengan biaya yang tinggi. Namun dirinya juga menegaskan dalam melaksanakan inovasi tersebut tidak dapat asal, harus ada guideline secara akademik. Kita bisa lihat jurnal atau penelitian akademik terkait hal tersebut,” kata pria yang juga pengurus Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Jawa Timur tersebut.

Dirinya juga menyampaikan dokter harus lebih kritis dalam memberikan pelayanan kepada pasien yang saat ini di dominasi oleh peserta JKN-KIS.

“Misal Anda ingin menentukan suatu penyakit, dilihat dari CT scan keakuratannya 95%, ultrasonography (USG) 93%, dan secara klinis 90%, kira-kira bapak ibu mau memakai yang mana?” tanya Edwin kepada seluruh perwakilan TKMKB rumah sakit yang hadir.

Sementara itu, menurut Kepala BPJS Kesehatan Cabang Gresik Galih Anjungsari transfer ilmu yang dilakukan oleh Erwin sangatlah penting mengingat adanya TKMKB merupakan amanat dari Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 71 tahun 2013 tentang pelayanan kesehatan pada jaminan kesehatan nasional.

“Semoga apa yang disampaikan oleh dr. Erwin dapat diterapkan di Gresik dan Lamongan agar implementasi JKN-KIS dapat disempurnakan dari waktu ke waktu,” harap Galih. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *