Kirab Budaya Jawa, Cara Yayasan Leluhur Noeswantoro Lestarikan Budaya

Gresiknews.co – Ratusan masyarakat Kabupaten Gresik melaksanakan kirab budaya Jawa. Mereka naik kereta kencana yang sudah di hias khas tempo dulu. Adapula sekelompok masyarakat yang mengendarai sepeda kuno.

Kirab budaya itu dimulai dari Halaman Tempat Makam Pahlawan (TMP) dengan rute diawali ke Makam Nyai Ageng Pinatih, Poesponegoro, lalu Makam Maulana Malik Ibrahim dan terakhir Sunan Giri.

Para peserta kirab terdiri dari siswa-siswi TK, anak muda hingga orang tua memakai kostum tradisional Jawa.

Ketua Yayasan Leluhur Noeswantoro Kabupaten Gresik, Askhabul Khafi mengatakan, kirab budaya dilakukan untuk memperkenalkan kebudayaan Jawa yang kini semakin tergerus perkembangan zaman.

“Kita harus melestarikan budaya Jawa. Bahkan dalam penyebaran agama islam ke tanah Jawa, para wali menggunakan pedekatan kebudayaan untuk menyebarkan islam,” katanya, Sabtu (6/10/2018).

Dikatakan dia, generasi milenial harus dibekali pemahaman tentang kebudayaan Jawa. Hal itu dirasa penting untuk membentengi dari pengaruh budaya luar.

“Ditambah lagi, saat ini pelajaran bahasa Jawa sudah dihapus dari kurikulum sehingga bagi generasi saat ini budaya Jawa semakin asing,” tambah dia.

Melalui kegiatan ini, Khafi berharap generasi milenial agar melek budaya karena kekayaan Budaya Indonesia sangat banyak. Selain itu, ke depan, dia meminta kegiatan serupa akan kembali digelar di tahun depan.

“Baru pertama kali digelar di Gresik, ini bisa menjadi agenda rutin yang digelar setiap tahun dengan kemasan acara yang berbeda dan semakin meriah,” pungkasnya.

Salah satu warga Kabupaten Gresik, Ahmad Dani mengapresiasi pawai budaya Jawa yang digagas oleh Yayasan Leluhur Noeswantoro. Apalagi banyak anak muda yang lupa dengan budaya asalnya.

“Sangat menarik, beberapa kebudayaan dan kostum Jawa tempo dulu juga ada,” ucapnya. (Khanif/m1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *