Lawan Corona, Wabup Gresik Pimpin Langsung Penyemprotan Jalan Dengan Desinfektan

Gresiknews.co, – Wakil Bupati Gresik, Dr. Mohammad Qosim memimpin langsung aksi penanggulangan penanganan Pandemi COVID 19 di Gresik. Bersama Satuan Tugas Penanggulangan Bencana, Qosim melakukan aksi penyemprotan beberapa ruas jalan protokol kota Gresik, Rabu (25/3/2020). Sebanyak 21 ribu liter desinfektan memenuhi tanki 4 mobil pemadam kebakaran. Disemprotkan dibeberapa ruas jalan protokol yang dibagi 4 wilayah penyemprotan.

Kelompok satu dipimpin oleh Ketua Satgas, Nadlif. Kelompok ini melakukan penyemprotan mulai dari wilayah Bunder sampai Jalan veteran di Jembatan Romokalisari.

“Kalau masih ada sisa bisa dilanjut ke Jalan Panglima Sudirman. Saya ada di Kelompok dua yang akan menyemprot Jalan dr. Sutomo, Usman sadar, Samanhudi, Cokroaminoto, Raden Santri, Pahlawan dan Jaksa Agus Suprapto” kata Nadlif.

Kelompok tiga melakukan penyemprotan di wilayah Menganti yang berbatasan langsung dengan Surabaya. Mulai dari Laban sampai Pasar Menganti. Untuk kelompok 4 ditugasi membagi desinfektan untuk masjid-masjid dan penyemprotan pada beberapa tempat umum lainnya.

“Meski sampai saat ini belum ada yang terkonfirmasi positif virus corona. Kita perlu waspada dan mengantisipasi agar kita tetap selamat dari virus yang membahayakan ini. Kita sudah berusaha sejak 21 maret lalu membentuk Satgas penanganan COVID-19, dan terus menerus melakukan edukasi kepada masyarakat,” tandasnya.

Selain melakukan penyemprotan, Satgas juga membagikan 1000 masker untuk masyarakat kecil. Mulai abang becak, pedagang kecil, pengunjung pasar kota serta beberapa orang yang lewat.

Wakil Bupati Mohammad Qosim, mengatakan, penggunaan masker menjadi penting. Sebab bisa mencegah tertular virus berbahaya ini.

“Masker saat ini menjadi kebutuhan wajib, terutama bagi orang-orang yang berada di luar rumah seperti para tukang becak, PKL, pengunjung pasar. Kami melihat mereka tidak memakai masker karena masker menjadi barang mahal dan langka. Padahal menjadi keharusan untuk menjaga tertularnya COVID-19 ini,” kata Qosim.

Terkait adanya beberapa pertanyaan awak media terkait pesta pernikahan, Wabup Qosim yang didampingi ketua Satgas berharap agar pernikahan silahkan dengan Batasan berkumpul hanya sekitar 20 orang.

“Untuk resepsinya saja yang ditunda, tapi pernikahan dipersilahkan. Undangan tidak lebih dari 20 orang dan mengatur jarak antara sekitar 1,5 meter,” tegasnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *