Luncurkan NPK Petro Ningrat, PG Sasar Tanaman Perkebunan

Gresiknews.co – Seakan tak pernah lelah. PT Petrokimia Gresik (PG) tak henti-hentinya melakukan inovasi guna mewujudkan komitmen sebagai solusi agroindustri.

Kali ini, anggota holding PT Pupuk Indonesia (Persero), kembali meluncurkan produk inovatif bernama NPK Petro Ningrat.

“Keberadaan NPK Petro Ningrat untuk melengkapi inovasi PG di pasar komersial. Bedanya, Phonska Plus menyasar pada pasar komersial pertanian. Maka Petro Ningrat menyasar pada komersial perkebunan,” ujar Dirut PT Petrokimia Gresik, Rahmad Pribadi, saat pembukaan Petro Agrifood Expo (PAE) 2019, Jumat (12/7/2019).

NPK Petro Ningrat merupakan pupuk untuk tanaman perkebunan, hortikultura buah dan umbi, antara lain tembakau, kentang, cabai, bawang merah, tomat, melon, serta buah-buahan.

Produk baru hasil pengembangan riset dan uji coba tersebut diketahui dapat meningkatkan hasil panen tanaman hortikultura 10 hingga 37 persen.

“Aplikasi petani kentang di Batu yang memakai NPK Petro Ningrat bisa menghasilkan 41,25 ton, atau meningkat 37 persen. Hal yang sama dialami petani tembakaui Jember serta Lombok Timur bisa menghasilkan panen 1,6 ton hingga 1,5 ton per hektarnya,” kata Rahmad.

NPK Petro Ningrat 12-11-20 mengandung Nitrogen berupa Nitrat. Keunggulannya mampu memperbaiki aroma, warna, rasa dan kelenturan dari daun tembakau. Kemudian dapat membuat tanaman lebih tegak dan kokoh; merangsang pembentukan umbi dan buah; cocok digunakan untuk lahan kering; serta larut dalam air sehingga mudah diserap tanaman.

Saat ini, produk tersebut secara teknis dan legalitas telah siap untuk dikomersialisasikan dengan berbagai kemasan mulai dari 1 kg, 5 kg, hingga 20 kg.

Rahmad Pribadi menyatakan bahwa hal ini merupakan langkah strategis perusahaan untuk merealisasikan target transformasi bisnis sebagai market leader dan dominant player di pasar komersial.

“Pasarnya sangat potensi sekali, mengingat pasar tersebut memberikan keuntungan yang besar bagi perusahaan,” ungkap Rahmad.

“Salah satu contoh nice market yang potensial digarap adalah sektor budidaya bunga melati. Pasalnya, dengan luas 1 hektar selama setahun bisa memberi keuntungan Rp 1 miliar,” imbuhnya.

Dalam upaya mengenalkan teknologi dan riset terbaru pada masyarakat, PG menggelar PAE 2019 selama tiga hari (12-14 Juli 2019) di Kebun Percobaan (Buncob) Petrokimia Gresik, Jl. Notoprayitno, Gresik. (Khanif/m1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *