Makan Bersama ala Santri Warnai Puncak Harlah NU di Dukun

Ratusan warga Nahdliyin Kecamatan Dukun, Gresik, makan bersama ala santri. (nif)

Gresiknews.co – MWC NU Kecamatan Dukun Kabupaten Gresik menggelar peringatan Harlah Nahdlatul Ulama (NU) Ke-95 dengan istighosah yang diikuti ratusan warga Nahdliyin.

Usai istighosah yang dipimpin KH. Fauzan, Wakil Rais MWC NU Dukun tersebut, ratusan hadirin yang datang langsung makan bersama ala santri.

Satu persatu piring besar atau nampan berisi nasi beserta aneka lauk pauk segera diserbu. Tak lama, tangan-tangan sudah mengambili makanan ala santri dan menikmatinya dengan lahap.

Ketua Tanfidziyah MWC NU Kecamatan Dukun H. Mohammad Sholeh, mengatakan, makan bersama ala santri ini bagian dari budaya NU, khususnya santri pondok pesantren. Sehingga butuh dilestarikan.

“Makan ala santri itu bisa menjaga kebersamaan dan kekompakan warga Nahdliyin. Jadi, perlu kita pertahankan” kata H. Mohammad Sholeh di Kantor MWC NU Dukun, Sabtu (14/4/2018).

“Momentum ini juga menjadi contoh bahwa setiap ada perbedaan bila kita duduk bersama, semua permasahalan bisa diselesaikan,” imbuhnya.

Dikatakan H. Sholeh, MWC NU Dukun dalam Harlah tahun ini mengadakan berbagai kegiatan, mulai Ziarah Masyayikh pendiri NU, Ishari dan puncaknya Istighosah.

Ziarah Masyayikh pendiri NU pada 9 April 2018 itu ke maqom Mbah KH. Abdullah Faqih Langitan Sidang Tuban, Mbah KH. Wahab Hasbullah, Mbah KH. Bisri Syamsuri Ponpes Mambaul Ma’arif Denanyar Jombang, Mbah KH. Hasyim Asyari dan Gus Dur Tebuireng Jombang, Kh. Hamim Jazuli (Gus Miek) dan KH. Mahrus Marzuki Kediri.

“Untuk tahun ini pengurus MWC NU Dukun sengaja dibuat secara sederhana. Namun, tidak mengurangi rasa ghiroh kita terhadap NU,” ujar H. Sholeh.

MWC NU Dukun kini ingin memfokuskan pada peningkatan ekonomi organisasi NU seperti sekarang ini sudah melaunching Numan bakerry, koperasi syariah, air mineral dan KBIH.

“Untuk mendukung pemberdayaan ekonomi ini, pengurus sedang giat-giatnya mensosialisasikan program ini dengan pengurus ranting serta banom yang ada di NU lewat lailatul ijtimak dan rapat rapat khusus,” ungkapnya.

Program fokus ekonomi ini juga sangat didukung oleh salah satu pengurus Ansor Dukun.

“Sudah saatnya NU Dukun punya program untuk ekonomi kerakyatan, yakni dengan kemandirian ekonomi untuk menunjang segala bentuk kegiatan yang itu bisa menghidupkan kemajuan NU, inilah wujud dari kita memajukan NU lewat kemandirian ekonomi,” tegas Moh. Syafik, Pengurus Ansor Dukun. (khanif/m1)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*