MCS BPJS Kesehatan di Serbu Warga

Gresiknews.co, – Suasana Balai Desa Kramat nampak ramai didatangi oleh warganya, terutama ibu-ibu sambil membawa berkas, Rabu (07/11). Bukan tanpa alasan mulai pagi para ibu ibu mendatangi balai desa, hal tersebut karena Desa Kramat kedatangan Mobile Costumer Service (MCS) BPJS Kesehatan Cabang Gresik.

Kedatangan MCS BPJS Kesehatan memang sangat ditunggu oleh warga Desa Krama, seperti contohnya Huswatul Hasana, dirinya rela datang lebih pagi agar mendapatkan antrian lebih awal.

“Saya sudah di balai desa sejak jam 07.00 tadi, ini masih antri nunggu dengan yang lain,” katanya dengan logat Madura yang kental.

Selain memang jarak yang jauh dari Kota Gresik, antusias yang besar terhadap hadirnya MCS BPJS Kesehatan di Desa Kramat juga disebabkan kompaknya warga di desa tersebut mengajak satu sama lain untuk ikut mengunjungi MCS.

Menurut Kepala Desa Kramat Taufik, komunikasi yang baik kepada warga menjadi kunci ramainya MCS BPJS Kesehatan di desanya. Selain itu, kepala desa yang telah menjabat selama 4 tahun tersebut juga bekerja sama dengan Sekolah Perempuan yang selama ini aktif membimbing ibu-ibu di Desa Kramat.

Taufik juga mengatakan bahwa desanya saat ini memang warganya menjadi yang terbanyak mendapatkan KIS dari pemerintah pusat ataupun daerah di Gresik. Namun dirinya juga berharap warganya tidak pernah menggunakan fasilitas dari BPJS Kesehatan tersebut. Ia mengharapkan dana pemerintah tersebut dapat di untuk orang lain yang lebih membutuhkan.

“Meski warga saya memiliki KIS, namun bagaimana kita mengupayakan agar ini (KIS) tidak terpakai dengan cara menjaga kesehatan,” tutur Taufik.

MCS BPJS Kesehatan sendiri sebenarnya merupakan kegiatan rutin yang dilakukan oleh BPJS Kesehatan Cabang Gresik. Setiap minggunya, MCS BPJS Kesehatan mendatangi satu sampai dua desa atau kecamatan yang ada di Gresik.

Menurut Kepala Bidang Kepesertaan dan Pelayanan Peserta BPJS Kesehatan Cabang Gresik, Suhartina Perwirawati, MCS sangat efektif sebagai cara mendekatkan pelayanan kepada masyarakat. Hal tersebut diharapkan dapat meningkatkan kepesertaan program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) yang dikelola oleh instansinya.

“Ini adalah bentuk upaya kami agar mencapai Universal Health Coverage (UHC) di tahun 2019 mendatang,” tutup wanita asli Surabaya tersebut. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *