Melawan Saat Ditangkap, Pencuri Sepeda Motor di Cerme Ini ‘Didor’ Polisi

Gresiknews.co – Seorang pencuri sepeda motor yang sering meresahkan warga Gresik terpaksa ‘didor’ dengan timah panas petugas Reskrim Polsek Cerme ketika melawan saat hendak ditangkap.

Warga Romokalisari, Surabaya berinisial BD itu bersama dua orang komplotannya diketahui pernah melakukan pencurian sepeda motor di tiga tempat berbeda di Kota Pudak.

“Komplotan ini beraksi di Toko Sheila, Cerme pada 1 Mei 2019, di pos satpam PT Inspira, Menganti pada 26 April 2019 dan terakhir di Toko Lili, Cerme pada 9 Juni 2019 dengan mengincar motor yang terparkir tanpa dikunci stir,” ungkap Kapolres Gresik, AKBP Wahyu Sri Bintoro, Sabtu (21/9/2019).

Dijelaskan Wahyu, ada belasan pelaku curanmor hasil tangkapan dari Satreskrim Polres dan beberapa Polsek. “Ada dari Satreskrim Polres Gresik, Polsek Gresik Kota, Duduksampeyan, Cerme dan Balongpanggang,” ujarnya.

Diantara sebelas pelaku yang dibekuk, ada seorang pelaku berinisial FR asal Sampang yang diketahui masih berusia di bawah umur.

Ada juga komplotan curanmor yang diungkap Polsek Gresik Kota diketahui dua pelakunya yakni Amin dan Dimas membekali diri dengan bom bondet. Keduanya terdeteksi beraksi di 4 TKP. Yakni di depan Kantor Kecamatan Gresik, Bedilan, Sindujoyo Kroman dan Jalan Hasyim Asyari Sukodono.

“Salah satu pelaku ada yang tangannya putus akibat terkena ledakan bom bondet saat beraksi di Waru Sidoarjo pada tahun 2013 lalu. Dia sudah menjalani hukuman selama 5,5 tahun karena korbannya meninggal dunia,” terangnya.
Guna menekan aksi kriminalitas khususnya curanmor, Satreskrim Polres Gresik bersama Reskrim Polsek jajaran akhirnya mengerahkan anggota busernya, dan alhasil belasan pelaku curanmor berhasil diamankan.

Wahyu pun menghimbau kepada seluruh masyarakat agar tetap waspada dan berhati-hati dalam membawa atau menaruh barang berharga. Khusunya untuk kendaraan bermotor agar diparkir dengan benar dan diberi kunci pengaman ganda.

“Dalam kesempatan ini kami juga menyampaikan kepada masyarakat yang pernah menjadi korban curanmor, pada tanggal 24 September nanti bisa datang ke Polda Jatim karena ada penyerahan barang bukti ranmor secara besar-besaran,” pungkasnya. (Khanif/m1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *