Nekad Jualan Menu Takjil Sekadar Untuk Bertahan Hidup

Gresiknews.co,- Tidak seperti biasa. Jalanan protokol yang selalu padat di kota pudak mendadak sepi. Para penjaja kue buka puasa juga tidak nampak. Mereka menghilang. Hanya satu dua orang yang terlihat nekad berjualan. Komunitas dan kelompok warga yang biasa rame-rame berbagi takjil jelang buka puasa juga tidak ada. Ramadhan kali ini terasa berbeda di kota Gresik. Nuansa bulan penuh rahmat yang ramai penuh kegembiraan sirna. Warga terpaksa mendekam di dalam rumah. Tidak sedikit diantara mereka dilanda kebosanan. Warga kota santri dilanda kekhawatiran. Khawatir terpapar wabah yang dikenal dengan nama virus Corona. Suatu virus yang tidak kentara. Bahkan belum diketemukan obatnya. Virus berbahaya yang tidak kasat mata. Setidaknya demikian informasi yang beredar.

Jika malam menjelang. Suara tadarus Qur’an bersahutan juga mulai tidak terdengar dari pengeras suara masjid dan mushola. Kondisi ini terjadi sejak pandemi Covid-19 melanda tanah air. Khususnya sejak diberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar atau PSBB oleh pemerintah.

“Terpaksa jualan menu takjil karena tidak ada lagi pemasukan,” ucap Shobika, pedagang kaki lima yang biasa menjajakan dagangannya jelang buka puasa.

Meski Shobika menyadari sepinya pembeli dan himbauan pemerintah untuk tidak keluar rumah, Perempuan paruh baya ini tetap nekad berjualan. Kondisi ekonomi yang serba sulit membuatnya terpaksa tetap berjualan di tengah ancaman terpapar covid-19.

“Semoga keadaan kembali normal. dan kami bisa berjualan seperti biasa,” harap Shobika di amini arif, putra sulungnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *