Ngaji Ihya di IAI Qomaruddin Gresik, Gus Ulil Tekankan Pentingnya Akhlak

Gresiknews.co – Akhlak menjadi hal penting yang ditonjolkan para ulama terdahulu dalam menyebarkan agama Islam di Indonesia.

Hal tersebut disampaikan intelektual muda NU Ulil Abshar Abdalla dalam Kopdar Ngaji kitab Ihya’ Ulumuddin di halaman Intitut Agama Islam (IAI) Qomaruddin Gresik.

“Saya ngaji Ihya’ sengaja mulai juz III, karena ingin mengulang sejarah para ulama yang mengislamkan Indonesia melalui media akhlak tasawuf. Bukan juz I yang berisi fiqih ibadah atau juz II yang berisi fiqih mu’amalat,” kata Gus Ulil kepada ratusan jamaah yang hadir.

Dalam kitab Ihya’ Ulumuddin, Imam al-Ghazali menerangkan akhlak sebagai hasrat atau sifat yang tertanam dalam  jiwa yang dari padanya lahir perbuatan-perbuatan yang mudah dan gampang tanpa memerlukan pertimbangan dan pemikiran.

Jika hasrat itu melahirkan perbuatan-perbuatan yang dipuji menurut akal dan syara’, maka itu dinamakan akhlak yang bagus dan jika melahirkan akhlak darinya perbuatan-perbuatan yang jelek , maka hasrat yang keluar dinamakan akhlak yang jelek.

Gus Ulil sendiri merupakan salah satu pionir dari kalangan pesantren yang membuat kajian Ihya’ secara rutin di Facebook.

Rektor IAI Qomaruddin Lutfi Hakim mengatakan, kegiatan Ngaji Ihya’ digelar dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional. Terlebih, di kampus yang dipimpinnya ada pusat Studi Pesantren.

“Kami ingin mengkaji tentang cara membumikan kitab kuning di era jaman now,” ujar Lutfi, didampingi Ketua Yayasan Pondok Pesantren Qomaruddin, KH Muhammad Alauddin.

Menurut Lutfi, sosok Gus Ulil bisa menjadi percontohan, mengenai seorang intelektual yang dianggap liberal, namun tetap kembali ke habitatnya, yakni dunia pesantren.

“Beliau layaknya Imam al-Ghazali, yang melanglang buana menyelami filsafat, tapi akhirnya menjadi ahli tasawuf,” tuturnya. (Khanif/m1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *