Olah Sampah Plastik, Pemuda di Bungah Ini Raup Omset Rp35 Juta Per Bulan

Gresiknews.co – Sampah yang biasa menjadi persoalan di masyarakat oleh pemuda di Desa Indrodelik, Kecamatan Bungah, Kabupaten Gresik mampu dikelola dan menghasilkan uang hingga puluhan juta.

Dialah Iswanda Fauzan Satibi (28), pemuda Indrodelik yang mempelopori adanya pengelolaan sampah cup dan botol plastik. Usaha penggilingan sampah plastik yang diberi nama Argoplas (Arek Golek Plastik) itu mampu memproduksi 1 ton cacahan plastik per hari.

Dalam sebulan, usaha yang dirintis Alumnus S1 Universitas Indonesia, S2 Victoria University, Selandia Baru dan S3 di Universitas Malaya, Malaysia itu mampu mendapatkan omset Rp. 30 juta- 35 juta.

Fauzan mengatakan, sampah berupa cup dan botol plastik diperoleh dari desa-desa di Kecamatan Bungah dan Sidayu. Sampah yang sudah dikumpulkan kemudian dipilah sesuai jenisnya. Lalu dimasukan ke alat penggilingan. Sehingga menjadi cacahan-cacahan plastik kecil.

“Hasilnya lalu kami kirim ke teman di daerah Morowudi, Benjeng, untuk di ekspor,” kata Fauzan, Senin (21/10/2019).

Diakui Fauzan, tidak mudah membangun usaha pengolahan sampah. Apalagi tidak semua orang bergelut dengan sampah.

Untuk itu, pengelolaan dan pemilahan jenis sampah dirinya mengandeng anak muda dan ibu-ibu didesanya.

“Ibu-ibu biasanya datang sore hari. Lumayan bisa menjadi pemasukan tambahan,” terangnya.

Fauzan menilai, seringnya bank sampah di desa yang tidak bisa berkembang lantaran orang yang mengurusi terlalu banyak.

“Sebenarnya cukup 1 orang saja per desa yang mengatur manajemennya. Sedangkan yang lain bagian memilah dan mencari sampah,” ujarnya.

Usaha pengelolaan sampah plastik tersebut mendapat apresiasi dari anggota DPRD Kabupaten Gresik Fraksi PKB, M Syahrul Munir.

Menurut Syahrul, langkah Fauzan membuat usaha penggilingan sampah plastik mampu mengurangi banyaknya sampah dan menjaga lingkungan tetap bersih.

“Usaha ini juga terbukti mampu meningkatkan ekonomi warga,” ucap Syahrul saat mengunjungi Argoplas.

Kedepan, lanjut Syahrul, persoalan sampah memang harus ditangani secara serius. Tak hanya itu, usaha-usaha yang bergerak dibidang pengelolaan sampah harus terus didorong untuk muncul.

Anggota komisi II DPRD Gresik ini berharap agar bank sampah yang ada di desa-desa bisa mencontoh dan membangun konsorsium guna pengelolaan sampah terpadu.

“Kalau di masing-masing kecamatan ada pengelolaan seperti ini tentu akan jadi kekuatan ekonomi dan masalah sampah plastik teratasi,” harapnya. (Khanif/m1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *