Pemkab Gresik Akhiri Tahun 2016 dengan Segudang Penghargaan Tingkat Nasional

Gresiknews.co – Di penghujung tahun 2016, duet kepemimpinan Sambari – Qosim menorehkan catatan manis dengan menambah deret panjang penghargaan yang layak diterima Pemerintah Kabupaten Gresik. Penghargaan terbaru, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik mendapat penghargaan tingkat nasional dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tahun 2016, Kamis (8/12/2016) kemarin.

Sebelumnya, pada bulan Desember tahun ini, Pemkab Gresik juga dinobatkan sebagai Kabupaten Terbaik dalam Implementasi Perda Bangunan Gedung dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Pemkab Gresik juga mendapatkan penghargaan sebagai Kabupaten Terbaik di bidang Pemerintahan dari Universitas Airlangga (Unair) Surabaya.

Masih di bulan Desember, Pemkab Gresik juga meraih penghargaan Anugerah Dana Rakca 2016 dari Presiden RI. Tidak hanya itu, atas kepeduliannya terhadap Hak Asasi Manusia, Pemkab Gresik juga memperoleh penghargaan dari Kementerian Hukum dan HAM RI. Bahkan, Kabupaten Gresik juga dijadikan Barometer Lingkungan Sehat Tingkat Nasional.

Terkait penghargaan tingkat nasional dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tahun 2016, penghargaan tersebut diserahkan kepada Wakil Bupati Gresik H Moh. Qosim melalui Sekjen Kementerian PUPR, Anita Firmanti, yang mewakili Menteri PUPR, Basuki Hadimuljon di Kementerian PUPR, Kamis malam.

Pemkab Gresik termasuk salah satu penerima penghargaan dari tujuh pemerintah kabupaten/kota serta tiga pemerintah provinsi lain yang menerima penghargaan PUPR 2016.

Anita Firmanti mengatakan, penghargaan ini sebagai bentuk apresiasi pemerintah pusat kepada instansi pemerintah provinsi dan kabupaten/kota, yang dinilai berprestasi dalam penyelenggaraan pembangunan infrastruktur bidang PUPR.

“Saya mengucapkan selamat kepada pemerintah provinsi dan pemerintah daerah yang telah menunjukan prestasi yang membanggakan, dalam meningkatkan pembangunan infrastruktur PUPR dengan meraih penghargaan PUPR 2016,” ucapnya.

Menurut Wabup Gresik H  Moh. Qosim seperti disampaikan Kepala Bagian Humas Suyono, Pemkab Gresik menduduki peringkat pertama kategori pemerintah kabupaten di wilayah tengah Indonesia. Sejumlah program dikatakan memberikan andil besar dalam penerimaan program ini. Di antaranya pembangunan ke PUan bidang kebinamargaan, sumber daya air, bangunan gedung, penataan pemukiman, tata ruang, penanganan limbah serta program kota tanpa kumuh (Kotaku).

Dalam kesempatan itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Gresik Bambang Isdianto mengatakan, guna mendukung semua program Ke PUan tersebut. Pemkab Gresik mengalokasikan dana pembangunan ke PUan tahun 2016 sebesar Rp 513 miliar.

Dana itu meliputi program ke PUan, yaitu pengairan, peningkatan dan pemeliharaan jalan kabupaten, pembangunan gedung, penataan pemukiman, tata ruang, penanganan limbah serta dana Kotaku.

Suyono menambahkan, pada 2018 ada peningkatan produksi PDAM Gresik. Hal ini sesuai  dengan pasokan air dari Bendung Gerak Sembayat (BGS) serta dari air Umbulan. “Sehingga pada 2019 seluruh masyarakat Gresik bisa menikmati air PDAM,” imbuhnya. (didik hendri/febri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *