Pengrajin di Gresik Kembangkan Klompen Batik Khas Jawa Timuran

Gresiknews.co – Meski kini sudah banyak bermunculan sandal-sandal modern berbahan karet, plastik atau kulit. Namun, pengrajin sandal yang terbuat dari kayu atau klompen masih tetap bertahan. Salah satunya Muhammad Syafi’ (40), pengrajin klompen asal Desa Klangonan, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik.

Inovasi yang dilakukan Syafi’ adalah dengan memberi kain batik khas Jawa Timur-an di klompen terbukti membuat banyak kalangan kaum hawa tertarik.

Uniknya lagi, kain batik ini berasal limbah perca atau kain potongan kecil sisa jahitan para pembuat batik.

“Saya ingin melalui sandal klompen ini, batik Jawa Timur-an semakin dikenal. Baik di Indonesia maupun luar negeri,” ungkap Syafi’ ketika ditemui dikediamannya, Rabu (21/2/2018).

Sandal tradisional klompen ini berasal dari aneka jenis kayu, seperti kayu pohon asam, pohon waru, randu dan lainnya. Kayu yang dipilih sengaja memiliki berat yang ringan tapi kuat.

“Para pembeli tentu ingin memakai sandal yang tidak berat, sekaligus modif karena ada hak tinggi yang umumnya disukai wanita,” ujar Syafi’, yang sebelumnya berjualan produk dari pelepah pisang ini.

Untuk membuat sandal klompen, mula-mula kayu yang sudah dibentuk menjadi sandal berbagai ukuran ini dibersihkan dan diberi lem. Kemudian kain perca dipotong sesuai kebutuhan dan ditempelkan.

Talinya sendiri dijahit terlebih dahulu, sebelum kemudian dipasang ke sandal yang sudah disiapkan dan diberi paku pines agar kuat. Bagian alas kaki dan sandal diberi karet supaya nyaman di kaki.

“Pembuatan satu klompen batik membutuhkan waktu kurang lebih 1 jam,” jelas pria yang sering memberi pelatihan pada para pelaku UKM ini.

Dalam sebulan Syafi’i mampu memproduksi sandal klompen batik hingga 2 kodi atau 40 pasang.

“Semua saya kerjakan secara manual dan hanya seorang diri. Jadi, produksinya terbatas,” kata Syafi’, yang sempat ditawari untuk pameran ke Korea Selatan baru-baru ini.

Produk dengan merek Sefia Klomp dijual mulai 50 ribu sampai 250 ribu. Selama ini sandal klompen batik dijual di kediamannya di Desa Klangonan dan kalau ada pameran.

Salah satu pembeli sandal klompen batik Mirza Mazayanti, menyatakan, produk ini sangat bagus sekali. Karena mengangkat batik khas Jawa Timur-an.

“Kita sebagai anak muda juga harus belajar dari sekarang untuk melestarikannya budaya Indonesia. Salah satunya dengan memakai sandal klompen batik ini,” ucap perempuan berparas cantik ini.

Selain itu, sambung Mirza, sandal klompen merupakan produk sosial, yang mana kerajinan itu memanfaatkan kain perca. Sehingga perlu didukung.

“Selama ini kain perca dianggap sebagai limbah oleh banyak orang. Tapi ditanggan kreatif bisa dijadikan sebagai klompen yang memiliki nilai jual yang tinggi,” tandasnya. (khanif/m1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *